Pertamina Lubricants Klaim Kuasai 37 Persen Pasar Pelumas Nasional

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi produksi pelumas PT Pertamina Lubricants (PL), Sari Rachmi. Foto: Pertamina Lubricant
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produksi pelumas PT Pertamina Lubricants (PL), Sari Rachmi. Foto: Pertamina Lubricant

Industri pelumas di Indonesia menunjukkan geliat positif di tengah persaingan dan merek yang semakin ramai. Salah satu pemain di industri ini, PT Pertamina Lubricants mengklaim menjadi salah satu pemain dengan pangsa pasar terbesar di dalam negeri, baik untuk sektor industri maupun otomotif.

VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, mengatakan kekuatan terbesar perusahaan masih berada pada segmen industri, sementara di sektor otomotif persaingan disebut jauh lebih kompetitif karena banyaknya pemain yang terlibat.

"Kita sekitar 37 persen. Kita yang paling kuat di segmen industri, untuk otomotif sangat kompetitif. Karena itu tadi upaya ini cukup banyak di Indonesia," buka Nugroho di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Ilustrasi produksi pelumas PT Pertamina Lubricants (PL), Sari Rachmi. Foto: Pertamina Lubricant

Ia menjelaskan pasar pelumas kendaraan di Tanah Air tidak hanya diisi oleh perusahaan global. Produk pelumas bawaan pabrikan kendaraan hingga merek lokal juga turut meramaikan kompetisi di segmen tersebut.

"Kita tidak hanya bersaing dengan global lubricants company, ada juga dengan genuine oil. kemudian ada juga di local player, domestik, ya baguslah untuk kompetisi," ujarnya.

Menurut Nugroho, tantangan terbesar bagi pelaku industri pelumas adalah menjaga kualitas produk agar tetap memenuhi standar regulasi yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga harus terus mengembangkan portofolio produk agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar.

Pengisian oli Pertamina Enduro Platinum ke motor peserta touring Bali-Lombok di pom bensin Pertamina Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (13/10/2023). Foto: Fitra Andrianto/kumparan

"Artinya tantangannya utama bagaimana kita punya produk portfolio yang unggul, sesuai dengan standar regulasi. Kalau di domestik SNI, internasional ada MPI, ada JASO. Kalau kita ngikutin OEM Eropa ada ACEA," ujarnya.

"Kemudian itu dari sisi produk, kemudian bagaimana kita bisa memberikan layanan kepada konsumen," lanjutnya.

Di sisi lain, prospek pasar pelumas nasional diperkirakan masih terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Permintaan dari sektor transportasi dan industri dinilai tetap menjadi motor utama pertumbuhan pasar.