Pindad MV3 Garuda Limousine Pakai Ban Run Flat Tyre, Ini Kelebihannya

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PT Pindad memperkenalkan MV3 Garuda Limousine, kendaraan terbaru produksi industri pertahanan dalam negeri yang digunakan oleh Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Foto: Pindad
zoom-in-whitePerbesar
PT Pindad memperkenalkan MV3 Garuda Limousine, kendaraan terbaru produksi industri pertahanan dalam negeri yang digunakan oleh Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Foto: Pindad

Mobil kepresidenan Pindad MV3 Garuda Limousine punya fitur keamanan bodi dan kaca anti-peluru. Selain itu juga dibekali dengan ban jenis run flat tyre (RFT).

Sesuai namanya, ban RFT tetap bisa digunakan meskipun mengalami kehilangan tekanan udara atau kebocoran. Ini tentu untuk menunjang keamanan saat ban kempis secara tiba-tiba.

Disitat dari Drive, RFT adalah ban yang dapat menopang dirinya sendiri dengan konstruksi yang sangat berbeda dengan ban pneumatik konvensional.

PT Pindad memperkenalkan MV3 Garuda Limousine, kendaraan terbaru produksi industri pertahanan dalam negeri yang digunakan oleh Presiden Terpilih, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Terpilih, Gibran Rakabuming Raka. Foto: Pindad

Pada dinding sampingnya, terbuat dari karet yang lebih tebal dan telah diperkuat agar lebih kaku. Jadi bagian inilah yang akan menahan beban setelah tekanan udara hilang.

Ban tipe ini juga punya area bead atau manik ban untuk menjaga ban tetap pas dan terpasang secara presisi ke velg. Area ini diperkuat dengan kawat baja sebagai konstruksi yang jadi pembeda ban RFT.

Bead tersebut dipasang di antara kedua sisi pelek untuk menjaga udara di dalam ban. Ban RFT perlu dipasang pada pelek tertentu, yang dirancang untuk digunakan bersama ban, meskipun ukuran ban tetap sama.

Ilustrasi run flat tyre (RFT). Foto: Dok. Arrive Alive

Nah untuk permukaan tapak ban yang bersentuhan dengan jalan sebenarnya sama dengan ban biasa. Karet yang digunakan pada permukaan tapak juga sama.

Jadi, setelah ban mengalami kebocoran ban akan tetap bisa digunakan hingga menemukan tempat yang aman tanpa harus mengganti ban.

Ilustrasi run flat tyre (RFT). Foto: Dok. Arrive Alive

Dikutip dari Arrive Alive, kecepatan dan jarak yang bisa ditempuh tergantung pada beberapa faktor mulai dari jumlah orang yang ada di dalam mobil, banyak barang yang ada di bagasi mobil dan beberapa faktor lain. Namun, biasanya ada di panduan yang diberikan oleh setiap produsen, pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Dengan muatan rendah, satu atau dua orang tanpa bagasi: Sekitar 240 kilometer dengan kecepatan maksimum 80 km/jam

  • Dengan muatan sedang, dua orang dengan barang bawaan penuh atau empat orang tanpa barang bawaan: Sekitar 145 kilometer dengan kecepatan maksimum 80 km/jam

  • Dengan muatan penuh, saat menarik trailer atau empat orang atau lebih dengan barang bawaan penuh: Sekitar 48 kilometer dengan kecepatan maksimum 80 km/jam

Ilustrasi run flat tyre (RFT). Foto: Dok. Arrive Alive

RFT pertama kali dipatenkan pada tahun 1892 lalu dikembangkan kembali pada tahun 1978. Ban ini ditawarkan sebagai opsi pada tahun 1990-an terutama untuk mobil sport dua pintu yang punya sedikit ruang untuk ban serep dan dongkrak.

Sejak saat itu, ban ini menjadi populer di kalangan produsen mobil mewah karena keamanan dan kenyamanannya. Tapi, harganya bisa mencapai dua kali lipat dari harga ban sport.

Ilustrasi run flat tyre (RFT). Foto: Dok. Arrive Alive