kumparan
search-gray
Otomotif22 Mei 2020 16:07

Punya 2 Varian, Ini Bocoran Harga Kawasaki Ninja 250 4-Silinder

Konten Redaksi kumparan
Punya 2 Varian, Ini Bocoran Harga Kawasaki Ninja 250 4-Silinder (174537)
Tampilan samping Ninja 250 4-Silinder (ZX-25R). Foto: dok. kumparan
Kabarnya Kawasaki Ninja 250 4-Silinder atau ZX-25R bakal meluncur pada 10 Juni mendatang. Nah, setelah bocoran soal waktu peluncurannya, kini informasi baru mencuat, terkait banderol motor motor tersebut.
ADVERTISEMENT
Salah satu diler di bilangan Jakarta Utara mengatakan, Kawasaki Ninja 250 4-Silinder akan disediakan dalam dua varian yang berbeda. Menyoal harganya ternyata punya selisih sedikit.
"Nanti ada dua varian, pertama standar dan Special Edition (SE). Kalau informasi harga on the road-nya kurang lebih Rp 100 juta untuk tipe standar. Yang SE kurang lebih Rp 115 jutaan," katanya saat dihubungi kumparan belum lama ini.
Punya 2 Varian, Ini Bocoran Harga Kawasaki Ninja 250 4-Silinder (174538)
Harga Ninja 250 4-silinder di Samsat DKI Foto: dok. Istimewa
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu terlihat Kawasaki sudah mendaftarkan Ninja 250 4-Silinder di laman Samsat DKI Jakarta. Di situ, terlihat dua produk yang memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) sebesar Rp 64,8 juta dan Rp 73,2 juta, keduanya masih berstatus off the road.
Lebih lanjut, kata diler tersebut, Ninja 250 4-silinder yang akan diniagakan di Indonesia adalah rakitan dalam negeri alias CKD (Completely Knock Down).
ADVERTISEMENT
Stop permintaan inden untuk konsumen
Punya 2 Varian, Ini Bocoran Harga Kawasaki Ninja 250 4-Silinder (174539)
Tampilan depan Ninja 250 4-Silinder (ZX-25R). Foto: Ghulam Muhammad Nayazri/kumparan
Menyoal proses inden, dirinya mengatakan konsumen perlu menyiapkan Rp 5 juta (tanda jadi) untuk pembelian secara tunai. Namun kini pihaknya memutuskan untuk menyetop permintaan inden karena khawatir tak bisa terpenuhi semua. Usut punya usut, permintaan konsumen yang tinggi tak sebanding dengan unit yang tersedia.
"Iya betul (unitnya sedikit), pabrik belum produksi banyak. Masalahnya konsumen yang ingin DP (down payment/uang muka) bukan yang pertama, kita enggak berani buka DP lagi juga kalau unitnya belum banyak," katanya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
ADVERTISEMENT
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.