Saat Kawasaki W175 Dimodif dengan Tema Bitcoin

31 Agustus 2021 18:57
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Saat Kawasaki W175 Dimodif dengan Tema Bitcoin (16107)
zoom-in-whitePerbesar
Founder Cryptoiz, Agus Artemis Foto: dok. Cryptoiz
ADVERTISEMENT
Agus Artemis, founder Cryptoiz berkolaborasi dengan Speedking Garage asal Bandung untuk memodifikasi motornya, Kawasaki W175 yang memadukan konsep cafe racer klasik dengan sentuhan Bitcoin.
ADVERTISEMENT
Sedikit latar belakang, Cryptoiz merupakan sebuah media berbasis komunitas di Bandung yang fokusnya mengedukasi dunia cryptocurrency. Sang founder, Agus, punya minat yang besar terhadap dunia kripto sebelum kripto eksis di Indonesia. Di sisi lain, Agus juga aktif di komunitas motor.
Untuk kolaborasi ini, pemilik dari Speedking Garage, Susanto Gunawan atau biasa dipanggil Yank, terjun langsung sebagai builder yang memodifikasi Kawasaki W175 ini.

Motor Pertama dengan Konsep Bitcoin

Secara keseluruhan, kustomisasi dilakukan pada beberapa sektor. Mulai dari bagian luarnya, tampak motor dilapisi dengan warna hitam kelir dan dipadukan dengan grafis berwarna kuning serta logo Cryptoiz pada bagian belakang.
Saat Kawasaki W175 Dimodif dengan Tema Bitcoin (16108)
zoom-in-whitePerbesar
Modifikasi Kawasaki W175 dengan tema Bitcoin Foto: dok. Cryptoiz
Sentuhan akhirnya terlihat pada bagian depan dengan plate warna kuning yang memvisualisasikan Bitcoin, sesuai dengan tema.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya adalah bagian kaki-kaki, karena swing arm yang pendek, Yank mengganti swing arm kustom yang lebih panjang 5 cm. Sehingga motor terlihat lebih panjang dan lebih enak dilihat.
Soal suspensi, Yank menggunakan suspensi depan upside down besutan Showa menggantikan suspensi teleskopik bawaan pabrik sehingga motor terlihat lebih ganas.
Saat Kawasaki W175 Dimodif dengan Tema Bitcoin (16109)
zoom-in-whitePerbesar
Modifikasi Kawasaki W175 dengan tema Bitcoin Foto: dok. Cryptoiz
Sementara suspensi belakangnya menggunakan Ohlins dan sudah diatur 2 cm lebih tinggi sehingga motor terlihat lebih mewah.
Untuk sektor pengeremannya diganti secara keseluruhan dengan floating disc, sehingga cengkraman lebih mumpuni. Turun ke bawah, motor ini menggunakan velg DFT dan dilapisi oleh ban Pirelli Diablo Rosso dengan ukuran 17 inci.

Racikan Bodi

Agar memiliki jiwa cafe racer sejati, Yank menggunakan teknik clay modelling dan dibuat seperti konsep cafe racer kebanyakan. Motor ini juga dapat diubah menjadi double seat dengan hornet yang bisa dilepas sehingga tidak perlu menghilangkan jiwa cafe racer.
Saat Kawasaki W175 Dimodif dengan Tema Bitcoin (16110)
zoom-in-whitePerbesar
Modifikasi Kawasaki W175 dengan tema Bitcoin Foto: dok. Cryptoiz
Yank terpaksa harus mengganti tangki dari W175 dengan saudara kembarnya, W175TR agar lebih ramping dan mampu menonjolkan estetika dari cafe racer. Sedangkan komponen kecil dari estetika motor dibuat dengan teknologi laser CNC agar bentuk dan ukurannya persis seperti pabrikan.
ADVERTISEMENT
Sektor penerangannya pun dirombak menggunakan LED penuh. Bagian headlamp motor bisa dibuka sehingga penerangannya bisa diatur, untuk dalam kota, touring atau sebagai fog lamp. Sementara lampu seinnya bersembunyi di antara stang dan speedometer.
Selebihnya untuk mempermanis motor ini, beberapa part aftermarket lain juga diaplikasikan. Misalnya spion bar end, foot pegs, speedometer digital, hingga pembuangan gas alias knalpot.

Biaya Pengerjaan

Saat Kawasaki W175 Dimodif dengan Tema Bitcoin (16111)
zoom-in-whitePerbesar
Logo Cryptoiz pada Kawasaki W175 dengan tema Bitcoin Foto: dok. Cryptoiz
Bicara biaya pengerjaan motor Bitcoin ini, Agus harus mengeluarkan Rp 40 juta untuk modifikasi sekaligus jasa modifikasi.
Sang builder, Yank mengklaim bahwa hasil dari modifikasi Kawasaki W175 yang ia kerjakan, bisa dikategorikan sebagai salah satu Kawasaki W175 terbaik di Indonesia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020