Seberapa Aman Fitur Autopilot Tesla?

Tesla mengeluarkan laporan keamanan kendaraan untuk kuartal 3 tahun 2018. Laporan ini pun dimanfaatkan Elon Musk untuk menunjukkan seberapa aman teknologi kemudi otomatis garapan mereka.
Selama periode Juli-Sepetember 2018, Tesla mencatat hanya ada satu insiden tabrakan setiap 5,37 juta km saat fitur autopilot diaktifkan. Sementara ketika fitur dinonaktifkan, angka lebih tinggi, yakni satu kecelakaan setiap 3,09 juta km.
Artinya, berdasar data Tesla, kecelakaan dua kali lebih besar kemungkinan terjadinya saat fitur autopilot tidak digunakan.
Selain itu, data dari Tesla ini juga menunjukkan bahwa angka insiden yang melibatkan mobil listrik mereka lebih kecil. Sebab, data Badan Keamanan Lalu Lintas di Amerika Serikat (NHTSA) menunjukkan bahwa satu kecelakaan terjadi setiap 792 ribu km.

Adapun, data Tesla sendiri disimpulkan dari mobil-mobil yang sudah mereka jual di seluruh dunia.
Sebagaimana diketahui, mobil listrik Tesla telah terkoneksi dengan pusat data mereka. Dengan begitu, pabrikan tahu kondisi tiap kendaraan yang mereka lempar ke pasaran.
Bila terjadi kecelakaan pada mobil-mobilnya, Tesla pun menghimpun data terkait insiden untuk kemudian dijadikan dasar untuk meningkatkan sistem keamanan pada mobil listriknya.
Meski laporan menunjukkan performa yang memuaskan bagi fitur autopilot, Tesla tetap mengimbau para pengendara untuk tetap waspada ketika mengaktifkan fitur tersebut.
