Shockbreaker yang Rusak Boleh Direkondisi?

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Shockbreaker Mobil Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Shockbreaker Mobil Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Bagi mobil yang sudah berusia lawas, biasanya akan melalui fase-fase perbaikan berat atau servis besar di beberapa bagian tak terkecuali bagian suspensi. Salah satu komponen di bagian suspensi yang sering mengalami kerusakan adalah shockbreaker.

Umumnya, shockbreaker akan semakin lemah bahkan tidak berfungsi. Jika sudah demikian, tentu saran terbaik adalah menggantinya dengan komponen shockbreaker yang baru dan orisinil.

Namun, bagi sebagian orang yang memiliki dana terbatas akan berpikir bahwa mengganti shockbreaker baru, pasti akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga tak jarang, sebagian dari mereka akan memilih opsi merekondisi shockbreaker tersebut.

Menurut kepala mekanik tim balap GRT, Hadi Taruna, opsi merekondisi shockbreaker boleh saja dilakukan. Namun, sebaiknya perhatikan dulu kondisi kerusakan shockbreaker tersebut.

Rekondisi shockbreaker sih sah-sah saja. Tapi perlu dilihat dulu kondisi kerusakannya. Jika sudah rusak parah, sebaiknya jangan direkondisi. Karena meskipun bisa, pasti akan memiliki umur yang tidak panjang dan secara kinerja juga tidak maksimal,” jelas pria yang akrab disapa Hatar tersebut.

Maka, hal yang perlu diperhatikan sebelum merekondisi shockbreaker yaitu pastikan shockbreaker masih dapat mengayun walau sudah lemah, tidak ada kebocoran oli di shockbreaker, serta kondisi as shockbreaker yang belum banyak gesekan.

Oleh karena itu, bila memang ingin merekondisi shockbreaker, sebaiknya lakukanlah sebelum shockbreaker tersebut benar-benar mati.

Shockbreaker Mobil Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Hatar juga mengingatkan bahwa hasil dari rekondisi tentu tidak akan sama dengan shockbreaker kondisi baru, terutama dalam hal keempukan, bantingan, dan daya tahan.

“Jadi kalo rekondisi itu jangan harap hasil keempukannya akan sama dengan kondisi shockbreaker baru. Karena kita kan tidak tahu itu tekanan yang digunakan sama dengan yang dari pabrikan atau tidak. Singkatnya, rekondisi itu hanya mengembalikan fungsionalitas dari shockbreaker tersebut, tapi urusan bantingan dan empuk atau tidaknya itu tidak pasti,” ungkap Hatar.

Adapun, rekondisi shockbreaker biasanya hanya mengganti oli dan seal dari shockbreaker tersebut. Sementara untuk biayanya berada di kisaran Rp 400-750 ribu. Harga tersebut belum termasuk ongkos bongkar-pasang.