Soal Euro 4, Industri Otomotif Indonesia Kalah dari Thailand

3 Februari 2020 17:10 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Diskusi Euro 4 yang diselenggaraan oleh Isuzu Indonesia, Senin (3/2). Foto: Isuzu
zoom-in-whitePerbesar
Diskusi Euro 4 yang diselenggaraan oleh Isuzu Indonesia, Senin (3/2). Foto: Isuzu
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Standar emisi gas buang Euro 4 baru berlaku di Indonesia pada 7 Oktober 2018 lalu untuk mesin bensin. Sementara diesel, mulai implementasi mulai 7 April 2021.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, standar emisi Euro 4 ini dianggap terlambat. Sebab, negara lain khususnya di wilayah Asia Tenggara sudah lebih dahulu melakukannya, seperti Thailand sejak 2012, Filipina 2016, dan Vietnam di 2017.
Bukan hanya soal waktu, keterlambatan ini juga ternyata berimbas pada pertarungan industri otomotif di kawasan. Investasi lebih banyak masuk ke Thailand, khususnya untuk mesin diesel.
"Dampak pada investasi. Efeknya besar sekali pada ekonomi kita, dan kemampuan kita produksi," tutur Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, di sela diskusi Euro 4 yang diselenggarakan PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Senin (3/2).
Pemberlakuan standar emisi Euro 4 di Indonesia telat diberlakukan. Foto: Istimewa
Putu menyebut, Thailand saat ini mampu memproduksi lebih dari 2 juta unit dan mampu mengekspor jauh lebih besar dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Dari total produksi mereka 70 persen untuk ekspor. Sementara kita kebalikannya, ekspor hanya 30 persen, dan hanya ke negara tertentu, dan ke wilayah yang standar Euronya tidak tinggi," ucapnya.

Berorientasi ekspor

Tentu saja harapan ke depan, bila Euro 4 sudah sepenuhnya diberlakukan di Indonesia --mesin diesel dan bensin, bisa menyedot investasi ke dalam negeri.
Ekspor Isuzu Traga Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
"Peningkatan kelas Euro bukan hanya soal emisi tapi juga bisnis dan ekonomi, jadi pada 2024 ditugaskan bisa ekspor. Bahkan bisa berkontribusi nomor 2 ekspor. Jadi banyak tugasnya untuk kendaraan bermotor," ucap Putu.
Tonton Eko, General Manager Product Development PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) menyebut pihaknya sudah sangat siap, untuk mengimplementasi mesin yang sesuai.
"Kami juga sudah punya mesin seperti yang digunakan pada Traga, spesifikasi Euro 4 dan sudah mengisi pasar ekspor," tuturnya.
ADVERTISEMENT