Tak Hanya Tangguh, Ini Alasan Chery J6T CHS Punya Karakter All-Terrain

Tidak semua jalan beraspal mulus. Ada kalanya rute yang kita tempuh melewati jalan berbatu, permukaan tidak rata, tanjakan, hingga harus menerobos genangan air. Bagi sebuah SUV, kemampuan menghadapi perubahan karakter medan menjadi pembeda antara sekadar tampil tangguh dan benar-benar memiliki kapabilitas all-terrain.
Karakter tersebut yang coba dibawa Chery J6T CSH. SUV ini membawa DNA petualangan dari J6 dan memadukan kemampuan melintasi berbagai medan dengan karakter berkendara elektrik melalui teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Namun, kemampuan all-terrain bukan hanya ditentukan oleh satu fitur. Ada sejumlah aspek yang saling mendukung, mulai dari kemampuan melewati kontur jalan, fleksibilitas bermanuver, hingga performa yang dibutuhkan ketika kondisi perjalanan berubah.
Ketika Kondisi Jalan Mulai Berubah
Salah satu tantangan ketika membawa mobil SUV keluar dari jalan perkotaan adalah perubahan permukaan yang dihadapi. J6T CSH memiliki ground clearance 220 mm yang memberikan ruang lebih ketika kendaraan melewati kontur jalan yang tidak rata.
Kemampuan tersebut juga didukung dengan suspensi H-Arm berbahan alumunium yang mendukung pengendara ketika bermanuver melewati permukaan dengan karakter jalan yang berbeda.
Kemampuan melintas perlu diimbangi dengan kemudahan mengendalikan kendaraan. J6T CSH memiliki 8+1 Drive Modes yang memungkinkan karakter berkendara disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.
Untuk situasi yang membutuhkan manuver lebih presisi, Turn Pro Function membantu memperkecil radius putar kendaraan. Fitur ini berguna ketika SUV harus bermanuver di jalur yang lebih sempit atau area dengan ruang gerak terbatas.
Performa yang Mengikuti Karakter Medan
Medan yang berubah membuat kebutuhan terhadap tenaga kendaraan ikut berubah. J6T CSH dibekali tenaga hingga 428 PS dan torsi maksimum 505 Nm.
Dengan output tersebut, akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 5,5 detik. Namun, bagi sebuah SUV dengan karakter petualang, performa tidak hanya soal angka akselerasi.
Tenaga dan torsi juga berperan ketika kendaraan harus melewati tanjakan, membawa penumpang, maupun mengangkut barang selama perjalanan. Di sini, kemampuan all-terrain J6T CSH bertemu dengan sistem penggerak yang mengandalkan motor listrik sebagai penggerak roda.
Sementara itu, mesin bensin pada sistem REEV berfungsi sebagai generator untuk memasok energi ketika dibutuhkan. Konfigurasi tersebut membuat karakter berkendara elektrik tetap menjadi bagian dari pengalaman, termasuk ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan yang lebih panjang.
All-Terrain dengan Fleksibilitas Jarak Tempuh
Kemampuan menjelajah berbagai medan akan terasa lebih lengkap ketika tidak dibatasi oleh kebutuhan perjalanan tertentu. Dalam mode listrik murni, J6T CSH menawarkan jarak tempuh hingga 190 km berdasarkan metode NEDC.
Ketika rute berubah menjadi perjalanan yang lebih jauh, generator bensin membantu memperluas jarak tempuh gabungan hingga lebih dari 1.000 km. Fleksibilitas ini memungkinkan J6T CSH digunakan untuk kebutuhan harian, sekaligus memberikan ruang lebih ketika perjalanan membawa kendaraan keluar kota atau menuju area dengan akses pengisian daya yang lebih terbatas.
Dengan bekal performa tersebut, kemampuan all-terrain pada J6T CSH tidak hanya berkaitan dengan medan yang bisa dilewati, tetapi juga seberapa jauh kendaraan dapat mengikuti rencana perjalanan yang terus.
Ketika Medan Perjalanan Berakhir, Aktivitas Tetap Berlanjut
Karakter petualang sebuah SUV juga tidak selalu berhenti ketika kendaraan sudah sampai di tujuan. J6T CSH dibekali V2L berkapasitas hingga 6 kW yang memungkinkan energi dari kendaraan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di luar ruang.
Energi tersebut dapat digunakan untuk mendukung perangkat seperti lampu penerangan, mini chiller, hingga sound system, sesuai ketentuan penggunaan. Fitur ini membuat kendaraan memiliki fungsi tambahan ketika aktivitas berlanjut di luar kabin.
Ya, kemampuan all-terrain J6T CSH dibangun dari kombinasi sejumlah kemampuan, bukan hanya dari tampilan atau satu spesifikasi. Mulai dari kesiapan menghadapi kontur jalan yang beragam, kemampuan bermanuver, performa bertenaga, hingga fleksibilitas energi untuk perjalanan yang lebih panjang.
Melalui J6T CSH, Chery membawa karakter SUV petualang ke dalam pendekatan elektrifikasi REEV. Hasilnya adalah sebuah SUV yang dirancang untuk mengikuti perjalanan dengan karakter medan yang tidak selalu sama, dari jalan perkotaan hingga rute yang membawa pengemudi dan penumpang menuju pengalaman berkendara yang lebih beragam.
