Tarif GrabCar Elektrik Lebih Mahal, Kemenhub Minta Ada Subsidi

27 Januari 2020 18:55 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Grab Indonesia mengoperasionalkan 20 unit armada GrabCar Elektrik, Hyundai Ioniq. Foto: Bagas Putra Riyadhana
zoom-in-whitePerbesar
Grab Indonesia mengoperasionalkan 20 unit armada GrabCar Elektrik, Hyundai Ioniq. Foto: Bagas Putra Riyadhana
ADVERTISEMENT
Besaran tarif GrabCar Elektrik yang sudah beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, lebih mahal bila dibandingkan dengan layanan GrabCar Airport yang menggunakan mobil bermesin konvensional.
ADVERTISEMENT
Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia, mengatakan ada perbedaan tarif tersebut, mengacu pada model mobil yang dinilai memberikan pelayanan lebih eksklusif.
"Tentunya ini (GrabCar Elektrik) layanan yang lebih eksklusif, mobilnya baru, dayanya juga lebih kuat, kenyamanan lebih baik. Kita ada penyesuaian tarif sekitar 10-15 persen lebih dibanding GrabCar Airport," kata Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia, usai peluncuran GrabCar Elektrik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (27/1).
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Foto: Amanaturrosyidah/kumparan
Saat ini tarif GrabCar berbahan bakar bensin, berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu untuk per satu kilometer. Jika dibanding dengan GrabCar Elektrik yang naik 10 persen maka tarifnya sekitar Rp 17 ribu hingga Rp 22 ribu.
Kenaikan enaikan tarif, kata Ridzki juga diikuti dengan peningkatan layanan seperti ruang tunggu yang nyaman di Pick-Up Point Grab di Terminal 3.
ADVERTISEMENT
"Tapi tentunya layanan jadi lebih nyaman, ada booth lounge-nya, kostumer bisa menunggu di situ, dan cukup dekat dari terminal kedatangan penumpang," ujarnya.
Komentar Kemenhub
Di sisi lain, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, malah meminta Grab memberikan insentif tarif GrabCar Elektrik. Tujuan buat menarik minat masyarakat mencoba armada taksi online listrik.
"Grab juga harus memberikan insentif (untuk GrabCar Elektrik), karena pasti ada perbedaan tarif antara yang listrik dan yang tidak (kendaraan konvensional). Saya yakin tahap awal ini Grab akan memberikan semacam subsidi, pasti ini akan berjalan dengan baik," tutupnya.
Target 500 armada
Suasana peluncuran Grab Indonesia memperkenalkan armada GrabCar Elektrik, Hyundai Ioniq. Foto: Bagas Putra Riyadhana
Soal target armada selama 2020, pihaknya akan membeli hingga 500 unit mobil listrik untuk GrabCar Elektrik. "Tapi semuanya tergantung ekosistemnya, charging stations-nya, aturannya, insentifnya, dan lain-lain," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan penerapan kendaraan listrik pada armada taksi juga mendorong pengurangan emisi karbon yang cukup tinggi di Bandara Soekarno-Hatta.
"Ini sangat baik untuk pengurangan emisi karbon, efisiensi daya, dan memberikan kenyamanan untuk penumpang. Semoga ini bisa berjalan dengan cepat karena ada 200.000 penumpang pesawat setiap hari di Bandara Soeta yang menggunakan kendaraan pribadi, hanya 30 persen yang menggunakan transformasi publik," pungkasnya.
Dari spesifikasinya, Hyundai Ionic EV menawarkan fitur e-motor atau Permanent-magnet synchronous motor yang menghasilkan daya 134,1 dk dan torsi 295 Nm. Pada port standar pengisian daya bisa menggunakan fast-charging 50-kW yang mengisi baterai mencapai 80 persen dalam 57 menit.
ADVERTISEMENT
Sementara penggunaan fast-charging 100-kW dapat meningkatkan waktu pengisian ke 80 persen hanya dalam waktu 54 menit, dengan total estimasi jarak 373 kilometer.
Soal keamanan berkendara, mobil ini dilengkapi fitur Antilock Braking System, Electronic Stability Control, dan Hill Assist Control. 7 sistem airbag juga disematkan untuk melindungi pengemudi dan penumpang di kabin mobil.