Thailand Jadi Basis Produksi Mobil Listrik BYD

9 September 2022 18:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Han EV di Pabrik BYD Foto: dok. BYD
zoom-in-whitePerbesar
Han EV di Pabrik BYD Foto: dok. BYD
ADVERTISEMENT
Salah satu pemain mobil listrik terkemuka asal China, BYD, memilih Thailand sebagai basis produksi mobil listrik. Pabrik diharapkan mulai beroperasi pada 2024 dengan kapasitas awal 150 ribu unit per tahun.
ADVERTISEMENT
Pabrik mobil listrik BYD nantinya akan berdiri di lahan seluas 96 hektare di provinsi Rayong, Thailand. Adapun, BYD berkomitmen untuk berinvestasi sebesar 491 juta dolar AS untuk memproduksi mobil berbasis baterai di Negeri Gajah Putih itu.
BYD berharap pabrik Thailand bisa memasok 10 ribu mobil listrik untuk pasar domestik dan ekspor ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan Eropa.
Thailand memang menjadi pasar terbesar mobil listrik di kawasan ASEAN. Sejumlah jenama berhasil menjual ribuan unit mobil baterai. Mengutip Nikkei Asia, Great Wall Motors menjual lebih dari 2.000 unit mobil listrik sejak eksis pada tahun lalu. Tahun ini, tak kurang dari 3.000 orang sedang menunggu pengiriman mobil listrik Great Wall.
Tak sampai di situ, sebanyak 500 unit versi terbatas dari Ora Good Cat terjual hanya dalam 58 menit dan menunjukkan bahwa mobil listrik mulai diperhitungkan di Thailand.
ADVERTISEMENT
Kendaraan listrik sudah mendapat tempat cukup lama di Thailand. Penjualan mobil hybrid Toyota pun lebih besar di sana dan memberikan dorongan yang positif untuk terciptanya ekosistem kendaraan listrik.
“Hybrid di Thailand kan sudah 10 tahun yang lalu. Dia mulai menarik kebijakan agresifnya eco car 2016 hingga 2017. Ada eco car 1 dan eco car 2 yang mulai agresif itu eco car 2. Dua tahun sebelum kita, 2017. Nah di situ growth-nya rapid sehingga ekosistemnya terbentuk,” kata Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sementara dari kacamata industri, Thailand memberlakukan tarif hybrid hanya empat persen. Lebih rendah dibanding Indonesia yang menerapkan delapan persen.
ADVERTISEMENT
“Bahkan beberapa modelnya Toyota, kayak Corolla Cross gitu asumsinya 30 hybrid, 70 persen ICE, sekarang malah terbalik. Jadi memang lebih suka bahkan kalau di Indonesia cuma hybrid-nya saja,” imbuhya.
Saat ini, merek mobil listrik China menguasai Thailand. Di sana ada SAIC Motor yang menjual 4.500 unit pada tahun lalu dan diharapkan tumbuh pada tahun ini.
Federasi Industri Thailand memprediksi penjualan mobil listrik akan mencapai lebih dari 10 ribu unit tahun ini, naik dibanding tahun lalu yang hanya 1.964 unit.
Peningkatan penjualan mobil listrik di Thailand juga tak terlepas dari penerapan subsidi dari pemerintah terhadap model-model yang diproduksi secara lokal.
Pemerintah Thailand memberikan potongan hingga 150 ribu baht atau setara Rp 61 juta untuk pembelian mobil listrik. Kemudian pada 9 Juni 2022, pajak mobil listrik juga turun dari delapan menjadi dua persen untuk mendorong para pabrikan melakukan produksi lokal.
ADVERTISEMENT