Toyota Indonesia Antisipasi Serangan Ransomware WannaCry

Ransomware WannaCry telah masuk ke ratusan ribu komputer dari 150 negara. Di Indonesia, program jahat ini berhasil mengacaukan jaringan IT dua rumah sakit besar di Indonesia, yakni RS Harapan Kita dan RS Dharmais.
Tak mau menjadi korban, Toyota Indonesia pun sudah melakukan antisipasi. Mereka telah mengerahkan tim IT untuk memproteksi jaringan dan mencegah masuknya ransomware WannaCry.

"Ya, kami sudah mendapatkan informasi ini melalui media beberapa hari lalu. So far, internal kami sudah menyiapkan prosedur keamanan baru untuk mencegahnya," kata Public Relation (PR) Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Rouli Hasintongan Sijabat saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Senin (15/5). Dia mengklaim, sejauh ini belum ada komputer milik TAM yang terinfeksi program jahat tersebut.
Baca juga: Produksi Mobil Dihentikan Akibat Serangan Ransomware WannaCry
Sementara itu, pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang menjadi basis produksi mobil Toyota untuk pasar domestik dan ekspor juga melakukan antisipasi yang sama.
General Manager External Affairs Division Head TMMIN Teguh Trihono mengungkapkan bahwa sejak Sabtu (13/5), pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh karyawan untuk melakukan langkah antisipasi serangan ransomware WannaCry.

"Kami sudah ada imbauan dari tim IT jadi hari ini produksi seperti biasa. So far, tidak ada (infeksi ransomware WannaCry), semua jalan; operation, production, dan administrasi (jalan seperti biasa)," tutur Teguh.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pabrik Renault, Nissan, dan Dacia menjadi korban serangan ransomware WannaCry. Bahkan mereka sempat menghentikan produksi untuk melakukan proteksi terhadap jaringan IT.
Baca juga: 7 Langkah Lindungi Komputer dari Serangan Ransomware WannaCry
Ransomware WannaCry dirancang oleh peretas (hacker) untuk menginfeksi komputer. Bahkan ada varian ransomware yang bukan mengunci dokumen, melainkan mengunci komputer sepenuhnya.
Jika komputer dinyalakan, ransomware akan menampilkan pesan agar korban membayar tebusan untuk bisa masuk mengoperasikan komputer. Ada juga varian ransomware yang memunculkan pop-up informasi yang sulit untuk ditutup, dan ini sangat menjengkelkan sehingga membuat komputer sulit untuk digunakan.
