kumparan
22 Januari 2020 20:18

Toyota Kuasai 32,2 Persen Pasar Mobil Baru

Mobil Hybrid Toyota Indonesia
Deretan mobil hybrid Toyota Indonesia. Foto: dok. Istimewa
PT Toyota-Astra Motor (TAM) menutup tahun 2019 dengan mencatatkan wholesales sebesar 331.797 unit. Angka ini turun 5,7 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya. Meskipun penurunan itu lebih kecil dari pasar yang mencapai 10,5 persen.
ADVERTISEMENT
Kendati mengalami penurunan wholesales, perolehan pasar Toyota justru naik dari 30,6 persen menjadi 32,2 persen. Mengacu data Gaikindo, penjualan mobil baru sepanjang tahun lalu turun dari 1.151.413 unit menjadi 1.030.126 unit.
Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto, menjelaskan performa positif itu didukung dari penjualan Avanza-Veloz, Rush, hingga Camry.
Ya, MPV Toyota masih menjadi tulang punggung utama dengan berkontribusi sebesar 61,2 persen atau 203.205 unit. Penjualan Avanza-Veloz mencetak pertumbuhan 5,1 persen dengan pasar 34 persen, atau naik dari 28,7 persen di tahun sebelumnya.
Setelah Avanza-Veloz, ada Rush yang terjual 78.657 unit dengan kontribusi 23,7 persen terhadap penjualan Toyota. Di segmen medium SUV, mobil ini berhasil mengamankan 54 persen pangsa pasar.
Otomotif, GIIAS 2019, toyota, indonesia,
Toyota Avanza di GIIAS 2019. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Sementara di segmen sedan, Toyota juga mengalami pertumbuhan sebesar 36,6 persen menjadi 2.853 unit.
ADVERTISEMENT
“Peluncuran all new Camry dan Altis pada tahun ini sukses membuat penjualan sedan Toyota cukup baik,” kata Henry saat ditemui di bilangan Menteng beberapa waktu lalu.
Khusus untuk Camry, penjualannya mencapai 1.722 unit alias naik 136,9 persen dibandingkan perolehan tahun 2018.
“Di samping itu, penjualan model hybrid kami juga naik hampir tujuh kali lipat. Ini juga disumbang dari C-HR dan Camry,” Henry menambahkan.
Adapun, penjualan mobil hybrid Toyota hingga Desember 2019 telah mencapai 2.500 unit. Khusus untuk tahun lalu, model hybrid jenama Jepang itu terjual 647 unit dengan rincian C-HR 42,4 persen dan Camry HEV 29,4 persen.
Henry optimistis bahwa pasar roda empat akan membaik tahun ini. Meskipun, ia memprediksi pertumbuhannya hanya sekira 3 persen.
ADVERTISEMENT

GM Pemasaran baru

Sementara itu, di awal tahun 2020, PT TAM menunjuk GM Pemasaran baru, yang sebelumnya dijabat oleh Fransiscus Soerjopranoto, kini digantikan Mohammad Farauk.
Henry yakin, Farauk mampu membuat penjualan Toyota tumbuh tahun ini. “Dia menjadi orang yang berhasil membuat penjualan sedan kami bagus,” sebut Henry.
Farauk sendiri bukanlah wajah baru di TAM. Karier dia telah lebih dari 20 tahun dan mengawalinya di Logistic After Sales Toyota. Di samping itu, ia pun turut membantu penjualan khususnya pengembangan jaringan dan bertanggung jawab terhadap strategi penjualan sedan dan hatchback Toyota.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan