Toyota Starlet Raih Nol Bintang Uji Tabrak Global NCAP

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Starlet saat uji tabrak Global NCAP. Foto: doc. Global NCAP
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Starlet saat uji tabrak Global NCAP. Foto: doc. Global NCAP

Toyota Starlet tak mendapat satu bintang pun pada hasil pengujian tabrak NCAP (New Car Assessment Program) Global untuk pasar Afrika. Model ini adalah produk serupa dengan Suzuki Baleno hatchback yang dijual di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Lewat laman resmi asosiasi, Toyota Starlet belum layak mendapat predikat bintang karena hasil buruk untuk aspek perlindungan penumpang dewasa atau adult occupant protection. Penyebab utama ada pada struktur yang tak mampu menahan benturan hebat.

Setelah coba ditabrak dalam laboratorium, hasil memperlihatkan bahwa area ruang kaki hingga cangkang bodi dari Starlet dinyatakan tidak stabil setelah mengalami tabrakan frontal. Bahkan, struktur tersebut dikatakan tidak mampu menahan beban benturan yang lebih tinggi dari standar pengujian minimum.

Alhasil, risiko cedera fatal bagi pengemudi dan penumpang di baris depan menjadi sangat tinggi. "Ini adalah hasil nol bintang yang sangat mengejutkan dari Toyota," ujar Chief Executive Officer (CEO) Global NCAP, Richard Woods.

Toyota Starlet mengaspal di Afrika Selatan. Foto: dok. Toyota

Ia menambahkan bahwa Starlet merupakan salah satu mobil paling populer yang dijual di Afrika Selatan. Oleh karena itu, kondisi struktur yang tidak stabil serta perlindungan area kepala dan dada yang buruk memicu kekhawatiran yang sangat serius bagi keselamatan jalan raya.

Kondisi kabin saat simulasi tabrakan samping juga memperparah rapor merah si kembaran Baleno ini. Baik perlindungan terhadap kepala maupun dada penumpang dewasa dikategorikan dalam level 'buruk' (poor), sementara perlindungan area perut hanya masuk level 'cukup' (adequate).

Toyota Starlet untuk pasar Afrika tidak dilengkapi kantung udara samping (curtain airbags), berbeda dengan model yang sama atau Suzuki Baleno untuk pasar negara-negara lainnya. Makanya, pengujian tabrak tiang (side pole test) dari samping harus dilewatkan.

Ketidakamanan ini rupanya juga berdampak langsung pada keselamatan anak-anak di baris belakang. Meskipun secara umum perlindungan anak meraih tiga bintang, kepala manekin balita berusia tiga tahun tercatat membentur bagian interior mobil saat tabrakan frontal terjadi.

Toyota Starlet saat uji tabrak Global NCAP. Foto: doc. Global NCAP

Merespons temuan tersebut, kalangan pengamat otomotif dan perlindungan konsumen di Afrika Selatan langsung melayangkan kritik tajam. Mereka menyayangkan absennya fitur keselamatan esensial pada kendaraan massal yang memiliki angka penjualan sangat tinggi.

"Performa buruk dalam pengujian GNCAP ini berarti para pemilik Starlet tetap menghadapi risiko cedera serius jika terjadi kecelakaan," timpal Chief Executive Officer (CEO) Automobile Association of South Africa, Bobby Ramagwede.

Bobby juga menegaskan bahwa perlengkapan keselamatan standar tinggi tidak boleh menjadi opsi tambahan atau hanya disediakan untuk pasar di luar benua Afrika. Menurutnya, produsen otomotif global tidak sepatutnya berlindung di balik lemahnya regulasi hukum keselamatan kendaraan setempat.

Meski begitu, Toyota kabarnya bergerak cepat dengan melakukan penyegaran produk di pasar Afrika Selatan selama proses pengujian berjalan. Model Starlet teranyar kini telah dipasarkan dengan tambahan fitur keselamatan standar yang lebih mumpuni, termasuk kantung udara di samping.

Pihak Global NCAP sendiri mengapresiasi langkah perbaikan perangkat keselamatan yang diinisiasi oleh pabrikan asal Jepang tersebut. Lembaga independen ini juga mengkonfirmasi telah membeli unit Starlet versi terbaru secara anonim di pasar untuk segera diuji kembali dalam waktu dekat.