kumparan
28 Jan 2018 19:12 WIB

Toyota Tetap Tenang Meski Ekspor Kendaraan ke Vietnam Dipersulit

Ekspor 1 juta unit mobil Toyota ke berbagai negara (Foto: Gesit Prayogi/kumparan)
Memasuki tahun 2018 ada hal yang menarik terkait industri otomotif Indonesia. Lebih tepatnya menyoal kegiatan ekspor-impor ke salah satu negara tetangga, Vietnam. Pemerintah Vietnam baru saja memberlakukan kebijakan baru terkait masuknya mobil completely built-up (CBU) yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara. Aturan ini mulai diterapkan per 1 Januari 2018.
ADVERTISEMENT
Alasan Vietnam menerapkan aturan ini, tidak lain karena mereka ingin meningkatkan investasi serta produksi industri otomotif dalam negerinya.
Mengacu dari aturan nomor 116 tersebut, nantinya kendaraan yang masuk ke Vietnam akan melalui pengujian emisi dan keselamatan, untuk mendapatkan sertifikasi Vehicle Type Approval (VTA). Syarat ini sifatnya wajib bagi tiap-tiap kendaraan yang akan dijual di Vietnam untuk memenuhi standar dari segi kualitas, keselamatan, dan juga lingkungan.
Toyota adalah salah satu produsen kendaraan bermotor yang banyak melakukan produksi di Indonesia untuk kemudian diekspor ke beberapa negara. Meski begitu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono enggan ambil pusing untuk masalah ini.
“Kami tidak mau memasukkan hal tersebut ke individual otomotif. Masalah ini biar Jokowi yang mengurusnya, kan beliau sudah bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam,” ujarnya saat ditemui dalam program Toyota Forest di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.
Kunjungan Dirut Toyota ke Kumparan (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Vietnam sendiri adalah salah satu negara sasaran ekspor mobil yang diproduksi TMMIN. Toyota Fortuner contohnya, sepanjang tahun 2017, Toyota telah mengirimkan sebanyak 14.000 unit Toyota Fortuner ke Vietnam. Meskipun angka tersebut cukup besar, Warih mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mengkhawatirkan dampak kebijakan ini.
ADVERTISEMENT
“Kerugian ekspor itu masih belum signifikan, angka ekspor Toyota masih 20 persen dari total penjualan domestik, tapi kalau terus berlanjut pastinya akan berdampak.” tutur Warih.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan