Trik Mengerem Mendadak Anti-Selip, untuk Mobil Non-ABS

17 Desember 2019 8:54
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gunakan jari kaki ketika ingin menginjak pedal. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gunakan jari kaki ketika ingin menginjak pedal. Foto: dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Mengerem harus dilakukan dengan benar dan tepat saat berkendara. Pasalnya 70 persen kecelakaan, penyebabnya karena gagalnya pengereman.
ADVERTISEMENT
Karena itu, pabrikan mobil berlomba-lomba menyematkan teknologi untuk menunjang sistem pengereman, salah satunya Anti Lock Braking System (ABS). Fitur tersebut berguna buat mencegah roda mengunci ketika melakukan rem mendadak. Sehingga ban tak selip dan kendaraan masih bisa dikendalikan untuk menghindari objek yang akan ditabrak.
Namun, bagaimana untuk mobil yang belum dilengkapi dengan fitur ABS? Merespons pertanyaan, Aan Gandhi, Instruktur Global Defensive Driving Center, coba memberikan triknya.
Memompa pedal
Khusus untuk kendaraan yang tak memakai sistem pengereman Anti Lock Braking System (ABS), ada teknik pengereman mendadak yang bisa diterapkan agar roda kendaraan tidak kehilangan traksi dan tergelincir.
Saat ada halangan mendadak di depan seperti kendaraan berhenti tiba-tiba, jangan menginjak pedal rem 100 persen sekaligus, karena roda-roda bisa langsung terkunci. Alih-alih berhenti, kendaraan malah meluncur karena roda kehilangan traksi, apalagi saat jalanan basah dan licin.
ADVERTISEMENT
"Jadi yang benar, pengereman harus dipompa dengan cepat pakai otot paha, tanpa jeda, dan harus stabil tempo memompanya," ujar Aan.
Respons yang baik, agar terhindar ataupun meminimalisir resiko kecelakaan. Foto: dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Respons yang baik, agar terhindar ataupun meminimalisir resiko kecelakaan. Foto: dok. Istimewa
Teknik ini bisa dilakukan sesuai kebutuhan, artinya pengereman pompa ini bisa dilakukan hingga kendaraan berhasil menghindari objek atau halangan di depan dan benar-benar berhenti.
"Waktu rem dipompa, roda-roda tidak akan terkunci, jangan injak kopling, fokus saja dengan dipompa (pedal rem). Kita bisa tetap menghindar ke kiri dan ke kanan. Tapi kalau kita injak sekaligus, roda akan terkunci dan selip, setir dibelokkan pun akan percuma karena roda kehilangan traksi, mobil akan lurus terus," jelasnya.
Truk
Sementara untuk konfigurasi rem depan dan belakang tromol-tromol seperti pada truk, pengereman pompa harus memiliki jeda. Skemanya injak rem-tahan-angkat-rem-tahan-angkat.
ADVERTISEMENT
Sistem tromol memang agak lambat respons pengeremannya sehingga ketika dipompa tanpa jeda, rebound grip kampas pada tromol akan lebih lama.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020