Usai Sumber Alam Banyak PO Tertarik Coba Bus Listrik
·waktu baca 2 menit

Kalista sebagai penyedia kendaraan listrik untuk angkutan massal sukses melakukan uji coba bersama dua perusahaan otobus (PO) di jalur AntarKota Antar Provinsi (AKAP).
Dua PO yang sudah lebih dulu melakukan uji coba adalah PO Efisiensi dengan rute Cilacap–Yogyakarta PP dan PO Sumber Alam di jalur Yogyakarta–Bekasi PP.
Usai melakoni uji coba, tak sedikit PO yang tertarik ikut menjajal performa bus listrik jarak jauh. Dari hasil uji coba tersebut, bus listrik terbukti mampu menempuh jarak jauh hingga lebih dari 400 kilometer dalam sekali jalan.
Bahkan, dalam salah satu uji coba, kendaraan ini berhasil menyentuh jarak hingga 520 kilometer. Capaian tersebut langsung menarik perhatian sejumlah pelaku usaha transportasi lain.
“Mereka juga jadi tertarik, seperti ada yang menarik mereka. Ini 520 kilometer aja bisa ya, jadi setidaknya sudah ada pemancing. Boleh lah kita mengobrol,” ujar CEO Kalista, Albert Aulia Ilyas saat ditemui di Tangerang baru-baru ini.
Albert menjelaskan bahwa sejak uji coba dilakukan, sejumlah PO mulai mendatangi Kalista untuk menggali informasi lebih jauh mengenai potensi bus listrik dalam operasional AKAP. Namun, Albert masih enggan menyebutkan siapa saja PO yang akan menjadi peserta uji coba selanjutnya.
“Belum bisa dibocorkan PO mana, karena ternyata mereka saling bersaing atau kompetitor. Jadi sampai sekarang masih dalam proses penjajakan,” jelasnya.
Sebagai catatan, saat ini Kalista berencana menambah unit bus listrik agar proses uji coba tidak saling menunggu. Pasalnya, bus yang digunakan baru ada satu unit bus listrik model Higer asal China.
Langkah Kalista ini menjadi sinyal kuat bahwa elektrifikasi sektor transportasi AKAP di Indonesia makin dekat untuk direalisasikan. Terlebih, keandalan dan efisiensi operasional bus listrik terus terbukti di lapangan.
“Sekarang cuma ada satu unit. Saat ini PO bus yang uji coba belum sampai proses mengoperasikan. Paling seperti Sumber Alam yang sekarang tahap kedua, lihat hitung-hitungan secara komersial,” tambah Albert.
