Virus Corona Belum 'Menjangkit' Performa Jualan Motor Bekas

17 Maret 2020 18:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Motor sport bekas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Motor sport bekas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
ADVERTISEMENT
Virus corona tampaknya belum berpengaruh terhadap performa penjualan motor bekas. Salah satu penggawa diler motor seken di Ciledug, Tangerang menuturkan, belum ada penurunan jualan imbas COVID-19.
ADVERTISEMENT
"Untuk sampai hari ini alhamdulillah belum ada pengaruh, karena sampai hari ini empat cabang kami masing-masing penjualannya normal," ujar Fadjar dari Istana Makmur Motor, saat dihubungi kumparan, Selasa (17/3).
Motor matik bekas Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Pun dengan Sukron, pemilik Jogya Motor di Tangerang Selatan yang menuturkan belum ada penurunan penjualan yang signifikan, sejak semakin banyaknya pasien positif corona.
"Masih seperti biasa," jelasnya saat dihubungi terpisah.
Fadjar menambahkan, tiap dilernya yang tersebar di Tangerang maupun Bekasi masih mampu menjual 30 hingga 35 unit motor bekas dalam sebulan.
Lima besar motor bekas yang masih banyak diincar pembeli katanya masih didominasi matik, seperti Honda BeAT, Yamaha Mio, Honda Vario, Yamaha Aerox dan Yamaha Nmax.
Bursa motor bekas di Condet, Jaktim. Foto: Ainul Qalbi/kumparan
Untuk tiga motor pertama rata-rata dijual mulai dari Rp 9 hingga 15 jutaan laris manis diburu sebagai motor kedua atau tambahan. Sisanya untuk Aerox maupun NMax dengan banderol di bawah Rp 20 jutaan, dibeli sebagai pengganti atau pun motor pertama.
ADVERTISEMENT
Meski begitu virus corona bukannya tidak memiliki dampak. Menurutnya, intensitas pembelian maupun pengecekan unit lewat daring dikatakan lebih sering dilakukan.
Kumpulan motor bekas (tampak belakang) Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Jadi konsumen akan menanyakan dulu unit yang diincar. Maklum Fadjar juga menjualnya lewat platform Instagram, kemudian calon pembeli menanyakan detail, plus-minus lewat foto, hingga tawar-menawar lewat aplikasi percakapan.
"Karena udah zamannya juga mungkin semua serba online, ya semoga ke depannya enggak berpengaruh besar ke penjualan motor bekas (dengan adanya virus corona)," kata Fadjar.