kumparan
25 September 2019 18:23

Wuling Almaz Beremblem Chevrolet Captiva Tak Akan Dijual di Indonesia

Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet ke Thailand Foto: Ghulam M. Nayazri/kumparan
PT SGMW Motors Indonesia (Wuling Motors) memastikan tak akan memasok SUV mereka, Almaz beremblem Captiva untuk merek aliansi mereka, Chevrolet di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Dijelaskan Presiden Direktur SGMW Motors Indonesia, Xu Feiyun, GM Indonesia dan SGMW Indonesia merupakan perusahaan yang berbeda.
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet ke Thailand Foto: Ghulam M. Nayazri/kumparan
"Jadi terkait Almaz ini, yang pastinya masih tetap menggunakan merek Wuling dan tidak ada bentuk Captiva, yang bekerja sama dengan GM Indonesia buat dipasarkan di sini," ucapnya di Plaza Main Building, PT SGMW Motor Indonesia, Greenland International Industrial Center (GIIC), Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (25/9).
Ia menambahkan, kesepakatan SAIC, General Motors (GM), dan Wuling, adalah memproduksi Chevrolet Captiva berbasis Wuling Almaz untuk pasar Thailand, Fiji, dan Brunei Darussalam.
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet ke Thailand Foto: Ghulam M. Nayazri/kumparan
Adapun, komposisi ekspor terbesar adalah Negeri Gajah Putih yang ditargetkan mencapai 2.500-2.600 unit hingga akhir 2019.
Sementara itu, Wuling Almaz yang dipasarkan di Indonesia menggunakan platform global yang dikembangkan di fasilitas milik SAIC di China. Di kampung halamannya sendiri --model sama-- menggunakan nama Baojun 530.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk di pasar India --berada di bawah SAIC-- menggunakan merek MG, dan yang ketiga untuk pasar Amerika Latin dan region lainnya, menggunakan nama Chevrolet Captiva.
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet
Wuling ekspor Almaz dengan emblem Chevrolet ke Thailand Foto: Ghulam M. Nayazri/kumparan
Feiyun menyebutkan, Wuling berencana untuk mengekspor produk di luar SUV, termasuk Cortez atau Confero.
"Tentu saja ini --produk yang akan diekspor-- akan disesuaikan dengan demand dari pasar global sendiri," tuturnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan