Xpeng Disebut Ganti Komponen Diam-diam, Hindari Recall Resmi

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mobil listrik Xpeng G6. Foto: Xpeng
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Xpeng G6. Foto: Xpeng

Xpeng Motors tengah menjadi sorotan setelah menerima kritik terkait penanganan masalah pada sistem kemudi mobil listrik P7+. Pabrikan China ini diketahui melakukan recall perbaikan komponen tersebut secara sembunyi-sembunyi.

Disitat dari Economic Information Daily, Xpeng dituduh diam-diam mengganti komponen yang rusak tanpa melakukan penarikan unit atau recall. Kesaksian pemilik, masalah sistem kemudi terjadi pada bagian power steering yang mendadak rusak atau macet total.

Adapun, pemilik P7+ itu telah mengirimkan keluhan disertai bukti adanya masalah pada komponen tersebut yang meluas. Namun, Xpeng dikabarkan menolak untuk mengakui adanya cacat sistemik atau melakukan program penarikan kembali.

Menurut investigasi sumber, ditemukan bahwa perusahaan rintisan tersebut menggunakan cara yang kontroversial dalam menangani masalah pada produk-produk Xpeng. Misalnya hanya menambahkan pelumas saat mobil konsumen sedang melakukan perawatan rutin.

Sejumlah mobil listrik XPeng X9 tiba di Indonesia. Foto: Xpeng

Masalahnya, tindakan tersebut tidak disampaikan kepada para pemilik mobil. Selain itu, Xpeng dianggap hanya mengganti sistem kemudi pemilik yang paling lantang menyuarakan keluhan, sembari menyangkal adanya cacat sistemik.

“Xpeng mempertaruhkan nyawa kami,” kata Gan, salah satu pemilik P7+. Masalah ini muncul saat setir tiba-tiba bergerak sendiri setelah mobil berpindah jalur sehingga menimbulkan situasi berkendara yang bahaya.

Keadaan menjadi semakin serius karena mobil dengan sistem kemudi yang sudah diganti masih juga mengalami kendala. Bahkan pemilik P7+ lainnya mengaku komponen pengganti hanya bertahan dua minggu setelah perbaikan, menimbulkan keraguan terhadap merek.

Manajer Pelanggan Xpeng, Lei Changliang mengatakan bahwa prosedur penarikan kembali P7+ ditentukan setelah berkonsultasi dengan otoritas regulasi. Klaimnya, yang menangani masalah pemeliharaan adalah pusat layanan, bukan kantor pusat.

Tampilan interior Xpeng X9 saat acara XPENG Global Brand Night di Hong Kong, Selasa (15/4/2025). Foto: Rinjani Meisa/kumparan

Pernyataan tersebut dianggap sebagai bentuk menghindar dari tanggung jawab oleh sejumlah pemilik yang melakukan protes di Guangzhou. Menurut para pakar, langkah Xpeng sengaja dilakukan untuk menghindari aturan penarikan resmi di China.

Alih-alih menarik semua mobil yang bermasalah, perusahaan memilih mengganti komponen yang rusak secara bertahap. Cara ini dinilai dapat memangkas biaya sekaligus menghindari sorotan dari regulator negara.

Sebagai informasi, pemerintah China belum lama ini mengumumkan rencana memperketat pengawasan pada pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) kendaraan pintar untuk semua merek di negara tersebut.

Sistem perangkat lunak ‘Xinhe’ milik Xpeng dilaporkan sudah mendapat sembilan kali pembaruan besar dalam waktu kurang dari sembilan bulan. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait kebenaran pembaruan yang didaftarkan kepada otoritas regulator.

Laporan: Alvian Yoga Yulianto