Kumparan Logo

15 Penyebab Sariawan, Salah Satunya HIV

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sariawan (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Sariawan (Foto: Thinkstock)

Dalam acara Program Edukasi Infeksi Rongga Mulut (Sariawan) dan Rekomendasi Pengobatan yang Aman pada Jumat (9/3), drg. Rahmi Amtha, MDS, Sp.PM, Ph.D mengatakan ada 15 penyebab sariawan.

Ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia itu menjelaskan, 15 penyebab tersebut kemudian dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah sariawan klasik atau sariawan biasa.

Sariawan biasa ini adalah sariawan yang memiliki ciri-ciri cekung, berbentuk oval atau bulat, pinggirnya kemerahan, muncul rasa sakit, serta terjadi selama 2-4 minggu sebelum akhirnya sembuh dengan sendirinya.

Kategori sariawan kedua adalah apthous like ulcer, kondisi ketika terjadi luka di mulut yang mirip sariawan, tapi sebenarnya disebabkan karena penyakit atau kondisi lain. Yang menyebabkan sariawan ini berbeda dengan sariawan biasa antara lain sariawan ini tidak kunjung sembuh selama lebih dari 4 minggu atau memiliki bentuk yang aneh.

Berikut ini 15 penyebab sariawan sebagaimana yang dipaparkan oleh Rahmi.

1. Trauma

Ilustrasi menggigit. (Foto: Klimkin via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menggigit. (Foto: Klimkin via Pixabay)

“Yang paling sering adalah trauma, kegigit, kepotong, ketonjok, kegesek sama makanan yang tajam,” kata Rahmi menjelaskan. Trauma ini kemudian menimbulkan luka di mulut yang berupa sariawan.

2. Pra-menstruasi

Kram perut saat PMS merupakan hal wajar (Foto: Thinkstockphotos)
zoom-in-whitePerbesar
Kram perut saat PMS merupakan hal wajar (Foto: Thinkstockphotos)

Pada wanita, sariawan bisa muncul menjelang menstruasi. Sebab, pada masa tersebut, hormon progresteron dan estrogen akan rendah sehingga proteksi pada kulit pun melemah dan menyebabkan kulit mudah iritasi dan terluka.

3. Menopause

Ilustrasi Seorang Nenek Mengemudikan Mobil (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Seorang Nenek Mengemudikan Mobil (Foto: Thinkstock)

Sama seperti di masa menjelang menstruasi, hormon progresteron dan estrogen juga akan rendah ketika masa menopause. Akibatnya, proteksi pada kulit melemah dan kulit jadi mudah iritasi dan terluka.

4. Keturunan

“Orang yang cenderung sering sariawan, kemungkinan anaknya pun akan mengalami hal yang sama,” jelas Rahmi.

5. Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan asam folat

Asam folat adalah nutrisi penting dalam regenerasi kulit. Selain itu, zat besi dan vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah. Penderita anemia atau kurang sel darah merah lebih rentan terkena sariawan.

6. Stres

Stress (Foto: Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Stress (Foto: Pexels)

Stress memicu naiknya hormon yang disebut kortisol. “Hormon ini sangat merusak, jadi kalau terkena jaringan mulut akan menyebabkan mudah terluka dan sariawan,” jelas Rahmi.

7. Penyakit autoimun

Ketika sariawan terjadi, umumnya sistem kekebalan tubuh kita akan merespons dan melakukan pertahanan. Oleh karena itu, sariawan seringkali diiringi dengan peradangan.

Namun pada penderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh malah menyerang tubuhnya sendiri dan salah satu hasilnya adalah sariawan yang terus menerus.

8. Alergi makanan

Ada kalanya zat-zat dalam makanan memicu alergi. Ketika alergi terjadi, maka akan terjadi peradangan di mukosa mulut sehingga sariawan pun terjadi.

9. Masalah pencernaan

Ilustrasi sakit perut. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit perut. (Foto: Thinkstock)

Sariawan juga bisa disebabkan oleh masalah pencernaan, misalnya karena asam lambung. Alasannya, asam dari lambung bisa naik dan menyebabkan sariawan pada rongga mulut.

10. Kelainan darah

Orang yang memiliki penyakit kelainan darah seperti anemia dan leukemia cenderung lebih mudah terkena sariawan. Pada orang yang anemia, sel darah merah tidak banyak mengalir hingga ke mukosa, sehingga mukosa mudah terluka.

11. HIV

Sariawan berulang yang tidak kunjung sembuh bisa jadi merupakan pertanda HIV. Hal ini dikarenakan HIV menyerang sistem pertahanan tubuh.

12. Kerusakan Human Leukocyte Antigen (HLA)

Kerusakan pada antigen di sel darah putih biasanya terjadi secara genetik dan menyebabkan kecenderungan untuk lebih sering terkena sariawan.

13. Alergi Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Ilustrasi pasta gigi. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasta gigi. (Foto: Thinkstock)

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) adalah detergen yang terkandung dalam berbagai produk untuk kebersihan tubuh, termasuk pasta gigi. Alergi pada pasta gigi yang mengandung detergen bisa menyebabkan terjadinya sariawan.

14. Gluten sensitivity

Makan Roti Gandum (Foto: Pexels )
zoom-in-whitePerbesar
Makan Roti Gandum (Foto: Pexels )

Gluten banyak terkandung dalam produk gandum-ganduman, termasuk roti dan tepung. Salah satu efek bagi penderita alergi gluten ketika mengkonsumsi produk gandum adalah sariawan.

15. Infeksi mikroba

Sariawan semacam ini disebabkan oleh mikroba, baik itu berupa bakteri, jamur, maupun virus. Contoh virus yang dapat menyebabkan sariawan adalah herpes.

Lalu, dari semua penyebab ini, manakah yang paling banyak menyebabkan sariawan di Indonesia?

“Di Indonesia itu karena trauma. Tergigit, ketonjok. Karena itu. Yang kedua adalah karena stres. Kalau sisanya hanya sedikit-sedikit,” jawab Rahmi.