Kumparan Logo

5 Fakta Pasien Virus Corona Pertama di Indonesia yang Meninggal

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutter Stock

Di Indonesia, kasus pertama positif virus corona SARS-CoV-2 diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret lalu. Di pekan berikutnya, tepatnya Rabu (11/3), juru bicara penanganan virus corona di Indonesia, Achmad Yurianto, mengumumkan kasus kematian pasien positif virus corona pertama saat jumlah korban terjangkit mencapai 34 orang.

“Tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien 25 meninggal dunia,” ujar Yurianto, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut keterangan yang disampaikan Yurianto, pasien 25 sudah dalam kondisi sakit berat sebelum dinyatakan positif virus corona. Pasien perempuan berusia 53 tahun itu disebut menderita beberapa komplikasi yang kemudian membuat kondisinya memburuk hingga nyawanya tak tertolong.

kumparan post embed

kumparanSAINS merangkum sejumlah fakta terkait pasien 25 yang menjadi korban pertama COVID-19 (penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2) yang meninggal dunia di Indonesia. Berikut daftarnya:

Warga Negara Asing berkebangsaan Inggris

Pasien 25 diketahui sebagai Warga Negara Asing. Ia merupakan turis asal Inggris yang mengunjungi Indonesia untuk berlibur.

Perempuan paruh baya itu tertular SARS-CoV-2 yang tergolong imported case, artinya tertular di luar negeri. Selain dirinya, ada tiga WNA lain yang dinyatakan positif virus corona dari total 34 pasien terjangkit.

Sedang berlibur di Bali

Didampingi sang suami, pasien 25 diketahui tengah menikmati liburan di Pulau Dewata. Ia tiba di Bali pada 29 Februari 2020 lalu.

Sekda Bali I Dewa Made Indra telah menegaskan, saat dideteksi di Bandara Ngurah Rai, suhu tubuh pasien 25 tak memenuhi syarat sebagai orang yang dinyatakan suspect virus corona. Indra menyebut suhu tubuhnya saat itu berada di bawah 38 derajat Celcius.

Suasana di terminal Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Foto: Denita br Matondang/kumparan

Alhasil, pasangan suami istri ini pun melanjutkan liburannya ke sejumlah objek wisata yang ada di Bali.

Jalani perawatan di ruang isolasi RSUP Sanglah Denpasar, Bali

Setelah tiga hari berada di Bali, tepatnya pada 3 Maret, pasien 25 mulai menunjukkan gejala klinis seperti demam dan batuk. Atas inisiatif sang suami, perempuan itu kemudian dibawa ke sebuah rumah sakit swasta yang tak disebutkan namanya.

Meski telah menjalani perawatan selama lima hari di sana, kondisi pasien 25 tak menunjukkan tanda-tanda sembuh. Ia masih saja mengalami demam dengan suhu tubuh yang tak kunjung turun.

Tim medis melakukan penanganan terhadap seorang pasien saat simulasi penanganan pasien virus Corona di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali. Foto: Antara/Fikri Yusuf

Karena kondisinya itulah, ia kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar, pada 9 Maret. Hasil pemeriksaan pada 10 Maret menunjukkan dirinya positif mengidap COVID-19.

Kala itu, jumlah korban terjangkit masih berjumlah 27 orang. Pasien 25 kemudian menjalani perawatan di ruang isolasi.

Punya beberapa penyakit penyerta

Kepada tim medis, sang suami mengakui bahwa istrinya menderita penyakit komplikasi. Pasien 25 diketahui mengidap diabetes melitus, hipertensi, hiperteroid hingga penyakit paru-paru menahun.

kumparan post embed

Dinyatakan meninggal dunia setelah dua hari menjalani isolasi

Pasien kasus 25 meninggal dunia sekitar pukul 02.45 WITA. Ia merupakan pasien pertama yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Indonesia.

Sekda Bali mengatakan pihaknya telah melacak sejumlah orang yang pernah kontak dengan pasien. Dari hasil pelacakan sejauh ini, sudah 21 orang yang diketahui menjalin kontak dengan pasien tersebut. Mulai dari petugas bandara, hotel, dan petugas medis.