Kumparan Logo

5 Hewan dengan Usia Terpendek, Ada yang Hidup Cuma Sehari

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor capung hinggap di ranting dekat danau di Taanayel, Lebanon. Foto: REUTERS/Jamal Saidi
zoom-in-whitePerbesar
Seekor capung hinggap di ranting dekat danau di Taanayel, Lebanon. Foto: REUTERS/Jamal Saidi

Beberapa hewan terkenal memiliki usia yang melebihi manusia, misal kura-kura raksasa Aldabra yang sanggup hidup hingga lebih dari 150 tahun. Namun, ada juga binatang yang punya masa hidup cuma sehari.

Mengutip BBC, jumlah spesies hewan di dunia saat ini mencapai 8,7 juta spesies. Dengan jumlah spesies yang sangat banyak, ilmuwan telah menemukan sejumlah binatang unik yang memiliki usia sangat pendek.

Berikut lima hewan dengan usia terpendek yang ada di dunia.

Capung: 4 bulan

Saat ini, ada sekitar 5.000 spesies capung dengan usia maksimal sekitar empat bulan. Tetapi, sebagian besar capung tidak akan hidup selama itu karena mereka akan dimakan oleh predatornya, seperti laba-laba, burung, kadal, dan katak.

Angin kencang dan kondisi iklim yang keras juga menghambat pertumbuhan capung saat masih menjadi larva. Selain itu, capung juga tidak bisa hidup lebih lama dalam konsisi dingin.

ilustrasi capung. Foto: pixabay

Lalat rumah: 4 minggu

Lalat rumah adalah serangga yang biasa terlihat di area rumah. Usia serangga ini hanya sekitar empat minggu.

Lalat rumah yang hidup di sekitar rumah biasanya memiliki umur yang panjang dibdandingkan lalat yang hidup di alam liar. Dengan hanya umur empat minggu, lalat betina mampu memproduksi sekitar 1.000 telur.

Ilustrasi lalat. Foto: Pexels via Pixabay

Semuk drone: 3 minggu

Semut drone adalah anggota semut jantan di antara koloninya. Perilaku semut ini cenderung malas dan tidak pernah bekerja.

Semut ini hanya mampu hidup tiga minggu. Menariknya, semut ini akan mati dengan cepat saat kawin dengan semut betina. Dengan begitu, semut ini sangat berperan penting dalam menjaga jumlah koloni semut.

Ilustrasi semut minta hujan. Foto: Shutter Stock

Gastrotricha: 3 hari

Gastrotricha merupakan salah satu mikroorganisme yang hidup di laut. Dengan ukuran maksimal hanya tiga milimeter, hewan mirip cacing ini hanya mampu hidup di dunia selama tiga hari.

Gastrotricha memiliki struktur tubuh transparan dan berenang mengikuti arus. Ia punya organ pria dan wanita untuk reproduksi. Saat mencapai tiga hari, hewan ini akan berkembang biak dengan cara kloning dan kemudian mati.

Gastrotricha. Foto: Alexander Klepnev via Wikimedia Commons (CC BY 4.0)

Lalat capung: 24 Jam

Mayfly atau lalat capung adalah hewan yang memiliki usia terpendek di dunia. Serangga yang masuk ordo Ephemeroptera ini hanya mampu hidup selama 24 jam, sampai akhirnya dijuluki serangga satu hari.

Lalat capung menghabiskan sebagian besar waktunya sebagai nimfa (larva yang baru menetas). Satu-satunya tujuan hidup lalat capung adalah reproduksi.

Lalat capung merupakan serangga hemimetabola yaitu metamorfosis tidak sempurna. Siklus hidupnya dibagi menjadi dua fase berbeda yaitu saat berada di air lalu di darat.

Fase lalat capung di dalam air terdiri dari fase telur dan nimfa. Pada fase telur, suhu menjadi faktor utama dalam masa waktu perkembangan telur. Tergantung pada spesies, lalat capung betina bisa menghasilkan kurang dari 50 bahkan lebih dari 10.000 telur.

Lalat capung. Foto: Richard Bartz via Wikimedia Commons (CC BY-SA 2.5)

Serangga ini mati usai proses reproduksi dan oviposisi (menempatkan telur di habitat yang cocok). Metode oviposisi bervariasi bagi betina. Ada yang menjatuhkan telurnya dari ketinggian ke dalam air, ada juga yang terbang rendah di atas permukaan air.

Dalam periode kehidupan yang singkat ini, mereka biasanya membentuk kelompok dan menari bersama dengan koloninya.

(MRT)