Tekno & Sains
·
16 Oktober 2020 8:38

5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah (194879)
Solenodon cubanus. Foto: Emoke Denes via Wikimedia Commons
Jutaan spesies hewan di seluruh dunia terancam punah. Perubahan iklim hingga ulah manusia kerap dituding jadi penyebab permasalahan ini.
ADVERTISEMENT
Ilmuwan dan aktivis dari seluruh dunia kemudian berjuang bersama untuk mencegah hal ini terjadi. Berbagai usaha konservasi dan perlindungan telah dijalankan dengan penuh harapan. Sayangnya, masih banyak spesies satwa yang terus terancam keberadaannya.
Namun ternyata, ada beberapa hewan yang justru berhasil ditemukan “hidup kembali” meski telah dinyatakan punah oleh ilmuwan. Dilansir dari World Economic Forum, setidaknya ada 5 spesies satwa yang mengalami kejadian unik ini.
Apa saja kira-kira hewan yang berhasil 'hidup kembali' dari kepunahan? Berikut adalah ulasannya.

Tikus Gajah Somalia (Galegeeska revoilii)

5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah (194880)
Galegeeska revoilii. Foto: Steven Heritage via Wikimedia Commons
Hewan yang satu itu terakhir terlihat hidup pada 50 tahun yang lalu. Sejak saat itu, hewan mungil dengan bentuk wajah yang unik ini dinyatakan telah punah.
ADVERTISEMENT
Namun, pada Agustus 2020 lalu, sekelompok ilmuwan berhasil menemukan hewan ini hidup dalam keadaan sehat. Tikus Gajah Somalia itu ditemukan hidup di Djibouti, Afrika.
Sebenarnya, ada sekitar 20 spesies tikus gajah di seluruh dunia. Namun spesies yang satu ini menjadi yang paling misterius karena ilmuwan di seluruh dunia yang memiliki 39 buah spesimennya. Sebelumnya, spesies ini disangka ilmuwan hanya hidup di Somalia.

Kadal Teror (Phoboscincus bocourti)

5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah (194881)
Phoboscincus bocourti. Foto: Ivan Ineich via Biodiversity Studies in New Caledonia
Kadal Teror memperoleh namanya berkat ukurannya yang besar dan mulutnya yang dipenuhi gigi-gigi tajam. Ukuran tubuhnya yang mencapai 50 cm membuat spesies ini tidak sulit dikenali.
Kadal ini pertama kali ditemukan pada tahun 1872 oleh seorang ilmuwan asal Prancis di kawasan Pasifik. Anehnya, itu adalah satu-satunya penemuan Kadal Teror di daerah tersebut. Ilmuwan pun menganggap hewan tersebut telah punah.
ADVERTISEMENT
Namun, pada tahun 2003, sekelompok ilmuwan kembali menemukan hewan yang sama di daerah tersebut. Penemuan yang berjarak 130 tahun itu akhirnya memastikan bahwa satwa satu ini belum punah.

Solenodon Kuba (Solenodon cubanus)

5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah (194882)
Solenodon cubanus. Foto: Emoke Denes via Wikimedia Commons
Hewan ini tergolong unik karena merupakan satu dari sedikit spesies mamalia yang memiliki bisa dalam tubuhnya. Hebatnya lagi, Solenodon Kuba telah hidup sejak ratusan juta tahun yang lalu. Hewan ini belum banyak berubah sejak zaman dinosaurus ratusan juta tahun lalu.
Meski berbisa, satwa satu ini tergolong lemah dan kurang cepat. Akibatnya, Solenodon Kuba sering menjadi sasaran empuk bagi predator alam dan juga domestik. Hilangnya hutan juga turut berperan dalam kepunahannya sebelum berhasil ditemukan kembali.

Burung Laut Bermuda (Pterodroma cahow)

5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah (194883)
Pterodroma cahow. Foto: Richard Crossley via Wikimedia Commons
Burung Laut Bermuda terakhir kali terlihat di kawasan Bermuda pada tahun 1620. Sejak saat itu, satwa ini tidak pernah terlihat dan kemudian dinyatakan telah punah.
ADVERTISEMENT
Tepat 400 tahun kemudian pada tahun 2020, burung ini kemudian berhasil terekam kamera hidup sehat di kawasan Bermuda. Kemunculan ini tentu mengagetkan ilmuwan yang langsung turun tangan untuk menjaga habitat serta jumlahnya di alam.

Bayan Malam Australia (Pezoporus occidentalis)

5 Hewan Ini Ditemukan ‘Hidup Kembali’ Setelah Dikira Punah (194884)
Pezoporus occidentalis. Foto: S. Murphy via Science Report 10
Burung ini terkahir dicatat masih hidup pada tahun 1912. Setelah itu, hewan ini dinyatakan punah hingga ditemukan kembali pada tahun 1990. Sayangnya, burung tersebut juga mati tidak lama kemudian karena alasan yang tidak jelas.
Sekitar 23 tahun kemudian, burung Bayan Malam Australia akhirnya ditemukan kembali hidup di suatu habitat yang dirahasiakan. Pemerintah Australia mengawasi secara ketat keberadaan hewan super langka ini agar tetap bisa hidup di alam liar.
(EDR)