kumparan
30 Juli 2018 13:34

5 Penyakit yang Timbul Akibat Stres

stres
stres (Foto: dok.thinkstock)
Stres bukan hanya mempengaruhi perasaan dan emosi, namun juga dapat mempengaruhi kesehatan. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini bisa menurunkan daya ingat, kekebalan tubuh dan kekuatan tulang, serta menaikkan berat badan, tekanan darah, dan kolesterol.
ADVERTISEMENT
Dengan kondisi tersebut, tak heran tubuh menjadi mudah terserang penyakit. Ada lima penyakit yang bisa disebabkan oleh kadar stres yang tinggi, yang telah dirangkum tim kumparanSAINS. Apa saja penyakit itu? Berikut daftarnya!
1. Penyakit Jantung
Serangan Jantung
Risiko lembur pengaruhi jantung (Foto: Thinkstock)
Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk menentukan bagaimana stres berkontribusi terhadap penyakit jantung. Namun stres memiliki kemungkinan meningkatkan faktor penyebab penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol, menurut laporan American Heart Association.
Tidak hanya itu, stres juga dapat menyebabkan perubahan perilaku, seperti mendorong seseorang untuk makan banyak, menjadi malas bergerak, merokok, dan minum alkohol berlebihan.
2. Diabetes
TUBUH KURUS DIABETES
Bertubuh kurus juga rentan terkena diabetes. (Foto: Thinkstock)
Hormon kortisol memiliki efek yang sangat merusak, dan salah satunya adalah membuat tubuh kehilangan kendali atas gula darah. Ketika tubuh mulai mengalami stres disertai depresi, maka risiko diabetes akan meningkat.
ADVERTISEMENT
Sama seperti penyakit jantung, stres bisa memicu diabetes karena adanya perubahan gaya hidup, seperti makan dan minum alkohol berlebihan, merokok, serta kurang berolahraga.
3. Sakit kepala
Sakit kepala
Sakit kepala (Foto: thinkstock)
Kamu mungkin pernah mengalami sakit kepala ketika sedang banyak pikiran dan pekerjaan. Hal tersebut bisa menjadi tanda tingkat stres sedang meningkat di tubuhmu.
Ketika stres, hormon kortisol dan adrenalin menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah, yang kemudian membawa darah ke tangan dan kaki. Akibatnya, otak tidak mendapatkan suplai darah yang berisi oksigen dengan cukup, dan kamu akan merasakan sakit kepala saat sedang stres.
4. Masalah pencernaan
Ilustrasi perut sakit
Ilustrasi perut sakit (Foto: Dok. Thinkstock)
Pencernaan dikendalikan oleh sistem saraf enterik, sistem yang terdiri dari ratusan juta syaraf yang menghubungkan ke otak. Stres dapat mengaktifkan respons yang disebut 'fight or flight', respons yang membuat manusia harus memilih ketika berada dalam masalah, apakah kita mau lari dari masalah atau menghadapinya.
ADVERTISEMENT
Ketika respons tersebut aktif, fungsi pencernaan dapat 'mati sesaat' karena sistem saraf pusat menutup aliran darah, menyebabkan kontraksi otot-otot pencernaan, dan mengganggu proses sekresi. Stres dapat menyebabkan radang pada gastrointestinal, sistem yang berhubungan dengan lambung dan usus.
5. Penyakit mata
Ilustrasi anak sakit mata.
Ilustrasi anak sakit mata. (Foto: Thinkstock)
Penelitian menunjukkan bahwa stres juga dapat mempengaruhi kesehatan mata. Ketika seseorang mengalami stres, hormon kortisol akan mengalami peningkatan dan menyebabkan kemampuan penglihatan menurun karena mengganggu peredaran darah ke mata dan otak.
Stres juga dapat menyebabkan penyakit mata seperti glaukoma, bular hijau pada mata karena tekanan di dalam mata bertambah tinggi akibat cairan bening kornea dan lensa mata tertahan, yang kemudian bisa berujung pada kebutaan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan