6 Perilaku ‘Caper’ yang Berlebihan, Salah Satunya Playing Victim

Sejak lahir setiap orang tentunya butuh untuk diperhatikan. Bahkan, ada sebagian orang yang biasa menciptakan ‘drama’ karena saking hausnya akan perhatian atau bahkan ingin menjadi pusat perhatian.
Sesekali mencoba cari perhatian alias 'caper' terhadap orang lain mungkin bukanlah tindakan yang salah. Namun terlalu haus akan perhatian malah justru bisa mengarah pada tindakan memanipulasi atau mempermainkan orang lain, bahkan tanda penyakit mental, sebagaimana dikutip dari Learning Mind.
Berikut adalah enam jenis bentuk perilaku caper secara berlebihan yang sebaiknya kamu waspadai, menurut situs yang sama. Sebab, bisa jadi perilaku-perilaku ini merupakan bentuk upaya manipulasi terhadap dirimu.
1. Perilaku histeris

Para pencari perhatian yang berlebihan akan selalu bertindak histeris dalam menanggapi berbagai hal. Orang-orang seperti ini akan menanggapi kejadian di sekitarnya dengan berlebihan, melodramatis, bahkan cenderung tidak pantas serta bernada provokasi agar ia mendapatkan perhatian seperti yang diinginkan. Cara seperti ini juga dilakukan untuk melakukan manipulasi.
2. Playing victim

Istilah victim playing atau playing victim mungkin sudah tidak asing lagi di telinga orang Indonesia. Baru-baru ini istilah tersebut dipakai oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk menyebut perilaku yang ditunjukkan oleh Ratna Sarumpaet. Ia menyebut sikap Ratna yang sempat mengaku menjadi korban pengeroyokan “hanya menghadirkan atraksi playing victim yang tidak etis dan telah mengusik rasa kemanusiaan kita.”
Victim playing sendiri merupakan perilaku berpura-pura selalu menjadi korban atau bahkan menjadi orang yang paling menderita atau dirugikan dalam suatu kejadian. Selain untuk mencari perhatikan, perilaku victim playing dapat menarik simpati orang yang kemudian dimanfaatkan untuk menutupi kebenaran yang lain.
3. Memanfaatkan teman untuk dieksploitasi
Para pencari perhatian akut akan senantiasa mencari orang yang mereka anggap rentan sehingga mudah untuk dieksploitasi. Cara ini juga dapat dilakukan untuk meningkatkan status mereka agar dapat dianggap sebagai orang yang penting.
4. Memalsukan penyakit

Salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan perhatian adalah dengan berpura-pura dirinya sedang menderita sakit atau sedang disakiti. Sama seperti anak kecil, orang-orang yang memalsukan penyakit ingin agar ia mendapatkan perhatian dan simpati orang-orang di sekitarnya dengan mengaku-ngaku dirinya sedang menderita penyakit.
Bahkan, dalam kasus ekstrem, ada orang yang secara sukarela menyakiti diri sendiri untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Orang-orang seperti ini menderita sindrom yang disebut dengan Munchausen Syndrome.
5. Menyakiti orang lain

Kebalikan dari ciri-ciri sebelumnya, orang-orang ini akan mencari perhatian dengan cara menyakiti orang lain dan mencoba mendapatkan status pahlawan karena berhasil menyelamatkan orang yang, ironisnya, ia sakiti. Tindakan ini juga merupakan jenis lain dari Munchausen Syndrome, yaitu Munchausen Syndrome By Proxy atau perilaku menyakiti orang lain untuk mendapatkan perhatian dan simpati.
6. Selalu merasa sibuk
Satu lagi ciri-ciri orang yang selalu mencari perhatian adalah orang yang selalu merasa sibuk. Dengan selalu merasa memiliki banyak pekerjaan, ia akan menganggap dirinya sebagai orang yang sangat penting, lebih daripada orang lain.
