Kumparan Logo

Ada Ledakan saat Gerhana Matahari Total 8 April, Apa Dampaknya?

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gerhana Matahari paling dekat yang ditangkap pesawat ruang angkasa NASA.  Foto: NASA/SDO/AIA/LMSAL
zoom-in-whitePerbesar
Gerhana Matahari paling dekat yang ditangkap pesawat ruang angkasa NASA. Foto: NASA/SDO/AIA/LMSAL

Ketika gerhana Matahari total (GMT) melewati Bumi pada 8 April 2024, para ilmuwan mengatakan bahwa akan terjadi ledakan di permukaan Matahari dan diprediksi bakal berdampak di Bumi.

Masyarakat yang wilayahnya dilewati fenomena tersebut bisa menyaksikan ledakan-ledakan di Matahari saat puncak GMT terjadi. National Center for Atmospheric Research (NCAR) menjelaskan, saat totalitas gerhana Matahari, pandangan Matahari dari Bumi akan terhalang oleh Bulan dan menyisakan sisi tepi.

Pada sisi tepi inilah orang di Bumi bisa menyaksikan tepian plasma Matahari yang tampak meledak-ledak. Ledakan di Matahari tersebut disebabkan oleh aktivitas internal di permukaan Matahari. Hal ini terjadi karena tingkat aktivitas Matahari yang mengalami pasang surut selama siklus 11 tahun akan mencapai puncaknya pada tahun 2024.

Para ahli atmosfer di seluruh dunia belum mengetahui secara pasti penyebabnya, tapi kemungkinan besar melibatkan gaya magnetik atau reaksi nuklir di dalam Matahari.

Efek Baily's Beads saat Gerhana Matahari Cincin tanggal 4 Desember 2020. Foto: Arne Danielson via NASA

Lantas, apa pengaruh ledakan Matahari tersebut? Menurut Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pengaruh aktivitas ledakan Matahari di Bumi akan tergantung pada besar kekuatan ledakannya. Di Bumi, itu bisa menyebabkan badai magnetik (Geomagnetic Storm).

Ini terjadi karena ledakan di permukaan Matahari (korona) melontarkan plasma besar yang berisikan partikel bermuatan (angin matahari) beserta medan magnet berkecepatan tinggi yang menjalar hingga ke magnetosfer Bumi.

Peristiwa lontaran massa korona itu sering disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME). Ketika CME menghantam medan magnet di sekitar Bumi, lontaran partikel bermuatan tersebut dibelokkan oleh lapisan magnetosfer Bumi ke arah garis Kutub Utara dan Kutub Selatan.

Magnetosfer adalah lapisan perisai yang melindungi Bumi dari pengaruh radiasi partikel bermuatan kecepatan tinggi yang dilontarkan Matahari. Lapisan ini berbentuk seperti lingkaran dengan titik terkuatnya berada pada daerah lintang rendah (dekat ekuator Bumi), sehingga dampak gangguan badai magnet Bumi paling besar dirasakan di daerah lintang tinggi, sedang daerah lintang rendah seperti Indonesia akan relatif aman.

Kapan puncak gerhana Matahari total 8 April 2024?

Gerhana Matahari total diperkirakan akan melewati wilayah benua Amerika pada 8 April 2024, meliputi Amerika Utara, Amerika Serikat dengan alur gerhana total melalui Meksiko, Amerika Serikat bagian tengah, dan Kanada bagian timur. Warga di sana juga dapat menyaksikan ledakan di Matahari saat puncak GMT.

Adapun proses global fase gerhana Matahari total sebagai berikut:

  • Gerhana sebagian mulai: 15.42.15 UT

  • Gerhana total mulai: 16.38.52 UT

  • Puncak gerhana: 18.17.21 UT

  • Akhir gerhana total: 19.55.35 UT

  • Akhir gerhana sebagian: 20.52.19 UT

Sayangnya, masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikan GMT karena fenomena antariksa tersebut terjadi saat malam hari. Semoga ada netizen bule yang mau membagikan cuplikan atau penampakan gambar fenomena gerhana Matahari total di media sosial, ya.