Apa Itu Buta Warna Parsial yang Bikin Fahri Gagal Jadi Polisi
ยทwaktu baca 4 menit

Kasus gagalnya seorang calon bintara Polri, Fahri Fadilah Nur Rizki, sempat menghebohkan publik tanah air. Pasalnya, pemuda itu sempat masuk 35 besar dari 1.200 orang calon bintara di Polda Metro Jaya.
Hal tersebut membuat Fahri gagal mengenyam pendidikan Polri setelah dinyatakan buta warna parsial.
Sebenarnya apa itu buta warna parsial?
Menurut National Eye Institute, buta warna parsial atau sebagian merupakan kondisi di mana seseorang akan kesulitan untuk mengidentifikasi dan membedakan warna-warna tertentu. Bukan berarti orang tersebut tidak bisa melihat warna dasar secara utuh, tetapi mereka tidak mampu membedakan saat warna-warna tertentu itu bergabung membentuk pola warna tertentu.
Biasanya orang dengan buta warna parsial kesulitan untuk menyebutkan perpaduan dan tingkat kecerahan warna tertentu. Kondisi itu membuat orang buta warna parsial cenderung lebih memahami warna dasar dibandingkan warna hasil kombinasi beberapa warna dasar.
Meski begitu, kondisi buta warna parsial umum ditemukan dibandingkan kondisi buta warna total yang sangat jarang ditemukan kasusnya. Dan orang dengan buta warna parsial bisa beradaptasi dan tidak memiliki masalah untuk melakukan aktivitas keseharian.
Hanya perihal pekerjaan, memang beberapa instansi menerapkan syarat ketat untuk calon pegawainya tidak mengalami kondisi buta warna meski hanya parsial.
Faktor buta warna parsial
Secara umum, kondisi buta warna dihasilkan karena kelainan genetik pada kromosom X. Tidak heran, bila ada seorang mengalami buta warna parsial, biasanya ada keluarga lain juga yang memiliki kelainan tersebut.
Melihat penyebab buta warna parsial yang dikendalikan oleh kromosom X, kasus kelainan mata itu lebih tinggi risikonya pada pria dibandingkan dengan wanita.
Selain karena adanya faktor genetik, kondisi buta warna parsial dapat timbul disebabkan oleh penyakit mata tertentu, seperti glaukoma dan degenerasi makula (AMD) yang disebabkan oleh faktor usia.
Masalah kesehatan lain seperti diabetes, penyakit Alzheimer hingga multiple sclerosis (MS) juga dapat memicu kelainan mata itu.
Tipe buta warna parsial
Jenis buta warna parsial yang paling umum adalah kesulitan dalam membedakan warna merah dan hijau. Selain itu, ada pula kelainan buta warna parsial yang penderitanya kesulitan dalam mengidentifikasi warna biru dan kuning.
Buta warna parsial merah-hijau
Kondisi buta warna parsial merah dan hijau dibedakan menjadi 4 jenis, yakni deuteranomali, protanomali, protanopia dan deuteranopia.
Seseorang dengan buta warna deuteranomali adalah mereka yang melihat warna hijau cenderung menjadi warna merah. Kondisi ini sangat umum ditemukan pada kasus buta warna parsial dan termasuk kondisi yang ringan.
Protanomali merupakan kondisi kebalikan dari deuteranomali, yakni buta warna parsial saat seseorang melihat warna merah cenderung menjadi warna hijau.
Sementara protanopia dan deuteranopia membuat penderitanya tidak bisa membedakan warna merah dan hijau sama sekali. Mereka akan sangat sulit untuk membedakan kedua warna itu saat dalam pola yang sama.
Buta warna parsial biru-kuning
Seseorang dengan buta warna parsial biru-kuning dibedakan menjadi 2 tipe, tritanomali dan tritanopia.
Penderita tritanomali kesulitan dalam membedakan antara warna biru dengan hijau dan antara kuning dengan merah. Jadi saat ada kombinasi warna-warna tersebut, mereka sukar dalam membedakannya.
Sedangkan kondisi tritanopia adalah saat seseorang tidak bisa membedakan antara warna biru dan hijau, ungu dan merah, serta kuning dan merah muda. Kondisi itu juga membuat penderitanya akan merasa jika warna yang ada dalam kondisi kurang cerah.
Penanganan buta warna parsial
Hingga saat ini, belum ada pengobatan dalam mencegah atau menghilangkan kelainan buta warna parsial. Perlu diingat, kondisi buta warna parsial tidak akan menyebabkan masalah serius. Orang dengan buta warna parsial hanya perlu beradaptasi untuk bisa beraktivitas sehari-hari seperti orang lain pada umumnya.
Jika seseorang mengalami kendala dalam beraktivitas karena kondisi itu, maka disarankan untuk ke dokter spesialis mata untuk mendapatkan kacamata dan lensa kontak khusus bagi orang dengan kondisi buta warna parsial.
Selain itu, saat ini pun, telah banyak teknologi yang membantu seorang penderita buta warna parsial untuk bisa beraktivitas secara normal. Beberapa software untuk membuat grafik misalnya, memiliki fitur untuk menampilkan warna yang bisa dipahami oleh penderita buta warna parsial.
Deteksi buta warna parsial
Untuk mengantisipasi kasus serupa Fahri, sebaiknya seseorang melakukan deteksi buta warna. Seseorang cukup datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Perlu diketahui, sudah banyak fasilitas kesehatan yang menyediakan deteksi itu dengan biaya relatif terjangkau.
Selain itu, saat ini pun sudah banyak aplikasi deteksi buta warna yang tersedia di Playstore maupun AppStore. Tak perlu khawatir, metode yang digunakan pada aplikasi itu sama halnya dengan metode yang digunakan di fasilitas kesehatan pada umumnya.
