Apa yang Terjadi pada Tubuh jika Berada di Luar Angkasa Tanpa Baju Astronaut?
·waktu baca 2 menit

Menurut catatan sejarah, sudah ada lebih dari 600 orang yang berhasil terbang ke luar angkasa. Tiga di antaranya meninggal dunia di atas garis Kármán di tepi antariksa, yakni kosmonat Georgy Dobrovolsky, Vladislav Volkov, dan Viktor Patsayev.
Meski sebagian besar umat manusia belum pernah terbang ke luar angkasa, ketertarikan kita dengan dunia astronomi telah memantik pertanyaan tentang apa yang akan terjadi pada tubuh saat berada di luar angkasa tanpa pakaian astronaut dan berada di luar pesawat antariksa?
Sebagian gambaran mungkin sudah terbantu oleh film scientific bertemakan perjalanan antariksa. Tapi, apakah yang tersaji dalam film itu benar? Mari kita bahas.
Dilansir IFL Science, yang pasti tubuh kita tidak akan meledak saat tidak memakai pakaian astronaut di luar angkasa. Ada dua hal yang bisa membunuhmu di luar angkasa, yakni kurangnya atmosfer dan kurangnya oksigen.
Pertama tidak adanya atmosfer. Tanpa adanya tekanan, cairan akan menguap pada suhu yang jauh lebih rendah, dan bagian tubuh kita termasuk kulit, mulut, dan mata akan menggelembung dengan cepat.
Kurangnya tekanan juga bisa menyebabkan abullisme, yakni pembentukan gelembung dalam cairan tubuh akibat penurunan tekanan sekitar. Sebagian besar gelembung biasanya terjadi di bawah kulit, tapi berpotensi pindah ke darah dan menyebabkan emboli.
Meski tubuh mengalami abullisme dengan cepat, tapi itu tidak akan membuatmu meledak. Sebaliknya, kulit cukup elastis sehingga bisa membengkak dua kali ukuran normal tanpa pecah.
Saat kamu terjebak tanpa pakaian astronaut di luar angkasa, saran yang bisa dilakukan adalah “jangan menahan napas”: akibat dekompresi yang tiba-tiba, udara di paru-paru akan mengembang dan menyebabkan paru-paru pecah. Alih-alih menahan napas, berteriak justru bisa memberikan ketenangan meski hanya dalam beberapa detik.
Ketika tubuh kekurangan oksigen, kamu akan kehilangan kesadaran dalam waktu sekitar 15 detik. Kamu mungkin akan tetap hidup sekitar satu menit.
Kalau dalam masa pingsan itu kamu berhasil diselamatkan oleh seseorang, ada konsekuensi yang harus dihadapi seumur hidup, yakni radiasi berbahaya dari Matahari. Sinar ultraviolet akan membuat kamu terbakar sinar Matahari yang sangat parah, dan cahaya sinar-X akan merusak DNA sehingga meningkatkan kemungkinan kamu terkena kanker.
Jadi, tinggal di ruang angkasa tanpa baju luar angkasa itu enggak seenak yang dibayangkan. Jangan pernah berharap kamu bisa tinggal di Mars kalau budget buat beli baju astronaut belum ada.
