Kumparan Logo

Astronaut Artemis II Tiba di Belakang Bulan, Cetak Rekor Jarak Terjauh dari Bumi

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan Bulan saat wahana antariksa Orion dari misi Artemis II mendekati Bumi untuk mencapai jarak terjauhnya, dalam tangkapan layar yang diambil dari video siaran langsung pada 6 April 2026. Foto: NASA/Handout via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan Bulan saat wahana antariksa Orion dari misi Artemis II mendekati Bumi untuk mencapai jarak terjauhnya, dalam tangkapan layar yang diambil dari video siaran langsung pada 6 April 2026. Foto: NASA/Handout via REUTERS

Empat astronaut dalam misi Artemis II mencetak sejarah baru. Pada Senin (6/4) waktu AS, mereka mencapai jarak 248.655 mil atau 400.171 km dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 13 sejak 1970.

Misi Artemis II kini memasuki hari keenam sejak peluncuran menggunakan roket Space Launch System dari Kennedy Space Center pada 1 April 2026. Awak yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen terus mendokumentasikan permukaan Bulan dari dekat selama perjalanan luar angkasanya.

"Di NASA, kami berani menjangkau lebih tinggi, menjelajah lebih jauh, dan mencapai hal yang tampak mustahil. Hal itu tercermin sempurna pada para astronot Artemis II, Reid, Victor, Christina, dan Jeremy. Mereka membuka batas baru bagi seluruh umat manusia," kata Lori Glaze, pelaksana tugas administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Pengembangan Sistem Eksplorasi di NASA, dalam pernyataan resmi.

"Dedikasi mereka bukan sekadar memecahkan rekor. Hal itu mendorong harapan untuk masa depan yang berani. Misi mereka membawa komitmen untuk kembali ke permukaan Bulan, kali ini untuk menetap seiring pembangunan pangkalan Bulan."

Bulan saat fase cembung membesar di atas Ronda, Spanyol, setelah peluncuran misi lintas bulan Artemis II NASA, dengan roket bulan generasi berikutnya, roket Space Launch System (SLS) dan kapsul awak Orion, 2 April 2026. Foto: REUTERS/Jon Nazca

Dari dalam kapsul Orion yang ditumpangi kru Artemis II, astronaut Kanada Jeremy Hansen menyampaikan pesan emosional. Ia menekankan pencapaian ini dibangun dari warisan eksplorasi sebelumnya dan menantang generasi berikutnya untuk melampaui rekor tersebut.

"Kami akan melanjutkan perjalanan kami lebih jauh ke luar angkasa sebelum Bumi Pertiwi berhasil menarik kami kembali ke segala hal yang kami cintai," ujarnya.

Nama Baru untuk 2 Kawah di Bulan

Selain itu, kru juga mengusulkan penamaan dua kawah di Bulan. Satu dinamai “Integrity” sesuai nama kapsul, dan satu lagi untuk mengenang mendiang istri Wiseman. Usulan ini akan diajukan ke International Astronomical Union setelah misi selesai.

Dalam lintasan terdekat, pesawat akan melintas sekitar 6545 kilometer dari permukaan Bulan. Para astronaut akan menjadi manusia pertama dalam lebih dari 50 tahun yang melihat sisi jauh Bulan secara langsung dan terbang di baliknya.

Mereka juga menyaksikan gerhana Matahari ketika Bulan menutupi Matahari dari sudut pandang mereka.

Misi Artemis II kini telah melewati separuh perjalanan. Kapsul dijadwalkan mendarat di Samudra Pasifik dekat San Diego pada 10 April waktu setempat. Tim pemulihan akan mengevakuasi kru ke kapal USS John P. Murtha untuk pemeriksaan medis sebelum kembali ke daratan.