kumparan
30 Mei 2019 3:08

Awal Mula Kenapa Para Wanita Melahirkan dengan Posisi Berbaring

Ilustrasi posisi melahirkan pada abad ke-14
Para wanita melahirkan dengan posisi berjongkok pada abad ke-14. Foto: American Journal
Melahirkan merupakan momen yang sangat berharga bagi para Ibu. Mereka rela melalui perjuangan yang sangat berat demi melahirkan bayinya ke dunia. Lebih dari itu, seorang ibu harus melalui proses yang cukup panjang saat akan melahirkan, salah satunya adalah menentukan posisi persalinan.
ADVERTISEMENT
Dalam hal ini, banyak wanita yang memilih berbaring atau telentang ketika mereka akan melahirkan. Padahal, beberapa bukti menunjukkan bahwa posisi ini dapat menghambat proses persalinan, serta memperlambat kontraksi. Adapun melahirkan dengan posisi berjongkok atau berlutut dinilai lebih banyak keuntungan ketimbang berbaring atau telentang.
Berdasarkan hasil sinar-X menunjukkan bahwa posisi tersebut dianggap dapat membuka saluran pelvis menjadi lebih lebar ketika berjongkok atau berlutut. Ini akan membantu mempersingkat proses persalinan. Posisi melahirkan seperti ini telah dilakukan oleh para wanita di abad ke-14.
Ilustrasi melahirkan pada abad ke-14.
Penggambaran kelahiran paling awal menunjukkan wanita melahirkan di posisi lain selain berbaring dan telentang. Foto: American Journal
Lantas, mengapa saat ini banyak wanita melahirkan dengan posisi berbaring? Jawabannya ada di Raja Prancis yang memiliki gangguan voyeuristik.
Seseorang dengan Voyeuristic disorder biasanya mendapatkan kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang telanjang atau berhubungan seksual. Begitupun dengan Raja Louis XIV yang gemar menikmati istri-istrinya melahirkan dalam posisi telentang pada abad ke-17.
ADVERTISEMENT
Maka, Raja Louis XIV lah yang diduga kuat sebagai orang yang menerapkan kebijakan melahirkan berbaring. Sebagai seorang raja, Louis punya alasan kuat untuk memiliki banyak anak. Ini dilakukan karena mereka butuh pewaris takhta yang terjamin.
Ilustrasi ibu hamil mau melahirkan.
Ilustrasi ibu hamil mau melahirkan. Foto: Shutterstock
Semasa hidupnya, dia telah memiliki 22 anak. Selain memiliki banyak anak, Louis tampaknya gemar melihat istri dan para selirnya saat melakukan persalinan.
"Louis senang menyaksikan wanita melahirkan, dia akan frustasi tatkala pemandangan melahirkan terhalang oleh bangku persalinan,” tulis Professor Lauren Dundes dalam American Journal of Public Health, seperti dilansir dari IFL Science. “Menurut Loius, posisi berbaring adalah cara baru untuk melahirkan, dan dia mempromosikan tindakan itu kepada para bidan yang menghadiri persalinan."
Alhasil, pemikiran raja yang sesat mulai tersebar kepada masyarakat. Dan sejak saat itu, posisi melahirkan dengan keadaan berbaring terus mendominasi dan dipraktikkan oleh banyak orang. Bahkan, hingga saat ini, posisi berbaring masih dilakukan di budaya barat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan