Begini Cara Cek Arah Kiblat saat Matahari di Atas Ka'bah Hari Ini
·waktu baca 2 menit

Matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah, rumah Allah atau situs paling suci dalam agama Islam yang berlokasi di tengah Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, pada hari ini dan besok, Senin (27/5) dan Selasa (28/5). Momen ini bisa dimanfaatkan Muslim di Indonesia untuk kalibrasi ulang arah kiblat dengan benar.
Fenomena Matahari di atas Ka'bah bisa disebut dengan Istiwa A’zam atau Rashdul Kiblat. Ketika momen itu terjadi, arah kiblat searah dengan Matahari, ditandai dengan bayang-bayang benda tegak lurus yang akan membelakangi arah kiblat.
“Peristiwa Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat akan terjadi pada hari Senin dan Selasa, 27 dan 28 Mei 2024 bertepatan dengan 18 dan 19 Zulkaidah 1445 H pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Saat itu, Matahari akan melintas tepat di atas Ka'bah," kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Adib, dikutip dari rilis Kemenag, Jumat (17/5).
Untuk menentukan arah kiblat dengan benar di momen ini cukup mudah. Kamu yang beragama Islam dan Muslim di Indonesia cukup ikuti tata caranya di bawah ini dengan seksama:
Tentukan tempat yang ingin diketahui arah kiblatnya dengan cari lokasi yang rata dan terkena cahaya Matahari langsung.
Siapkan tongkat lurus atau benda tegak lurus tak berongga, seperti spidol papan tulis, botol plastik, botol minum atau tumbler. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan benang berbandul.
Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan. Kamu bisa merujuk pada jam.bmkg.go.id atau time.is.
Tancap tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus sekitar 90 derajat permukaan tanah, atau gantungkan benang berbandul.
Tunggu hingga waktu Matahari di atas Ka'bah tiba, pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Ketika waktunya tiba, amati bayangan tongkat atau benang tersebut.
Tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan tongkat atau bandul. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat di tempat kamu.
Meluruskan kiblat tidak harus dilakukan pada puncak fenomena. Jika cuaca kurang bagus, kalibrasi bisa dilakukan dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena sejak 5 menit sebelum hingga 5 menit sesudah puncak fenomena.
