Kumparan Logo

'Bintang Natal' Sapa Langit Indonesia 21 Desember, Apa Itu?

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan Cincin Saturnus bersamaan dengan bulan Dione yang ukurannya lebih kecil, yang ditangkap dari pesawat luar angkasa Cassini Foto: NASA/JPL-CALTECH/SPACE SCIENCE INSTITUTE
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan Cincin Saturnus bersamaan dengan bulan Dione yang ukurannya lebih kecil, yang ditangkap dari pesawat luar angkasa Cassini Foto: NASA/JPL-CALTECH/SPACE SCIENCE INSTITUTE

Menjelang akhir tahun, masyarakat Indonesia bakal disuguhkan fenomena alam langka di langit malam. Namanya 'Bintang Natal', dan ia akan menyapa langit Indonesia. Apa itu 'Bintang Natal'?

Meski disebut 'Bintang', fenomena alam ini sebenarnya bukanlah sebuah bintang. Dua titik cahaya kecil yang bakal kita lihat malam ini merupakan hasil konjungsi planet Jupiter dan Saturnus. Nah, karena fenomena itu muncul mendekati Hari Raya Natal, ia disebut 'Bintang Natal'.

Konjungsi sendiri merupakan peristiwa astronomi di mana benda-benda langit menjadi sejajar. Karena konjungsi ini melibatkan dua planet terbesar di tata surya kita, fenomena ini juga dikenal sebagai 'konjungsi agung'.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebutkan, puncak fenomena alam ini terjadi pada Selasa (22/12) dini hari. Meski begitu, kamu bisa menyaksikannya pada Senin (21/12) malam.

instagram embed

"Puncak fenomena ini sebenarnya terjadi pada 22 Desember 2020 pukul 01.18 WIB. Akan tetapi, karena kedua planet raksasa ini sama-sama berada di bawah ufuk, maka fenomena ini baru dapat disaksikan pada malam sebelumnya, yakni 21 Desember 2020 pukul 18.30 WIB," tulis LAPAN di akun Instagram resminya.

Pada tanggal tersebut, Planet Jupiter dan Saturnus akan berbaris sempurna, seolah-olah akan bersentuhan. Fenomena ini terbilang langka karena terjadi setiap 19,6 tahun sekali.

"Anda dapat membayangkan tata surya menjadi arena pacuan kuda, dengan masing-masing planet sebagai pelari di jalurnya masing-masing dan Bumi menuju pusat stadion,” kata Henry Throop, astronom di Divisi Ilmu Planet di Markas agensi antariksa AS (NASA), dalam keterangan resminya.

"Dari sudut pandang kita, kita akan bisa melihat Jupiter di jalur dalam, mendekati Saturnus sepanjang bulan dan akhirnya menyusulnya pada 21 Desember."

Apa yang membuatnya spesial pada edisi kali ini, selain kedua planet itu begitu dekat dari konjungsi-konjungsi mereka biasanya, adalah ini peristiwa kedua yang terjadi pada 2020, yang terakhir muncul pada 31 Mei 2020. Menurut LAPAN, konjungsi agung Jupiter dan Saturnus akan kembali terjadi pada 5 November 2040, 10 April 2060, dan 15 Maret 2080.

Ilustrasi Jupiter bersama dua bulannya. Foto: CC0 Public Domain

NASA menjelaskan, pada 21 Desember 2020, Jupiter dan Saturnus akan tampak begitu dekat sehingga jari kelingking kita akan dengan mudah menutupi kedua planet di langit. Planet-planet akan mudah dilihat dengan mata telanjang dengan melihat ke arah barat daya sesaat setelah matahari terbenam.

Dari sudut pandang kita di Bumi, kedua planet raksasa tersebut akan tampak sangat berdekatan. Namun, realitanya mereka akan tetap terpisah ratusan juta mil di luar angkasa.

Cara melihat Bintang Natal konjungsi Jupiter dan Saturnus

Bagi kamu yang ingin melihat fenomena ini, NASA memberikan sejumlah tips berikut ini:

  • Temukan tempat dengan pemandangan langit tanpa halangan, seperti lapangan atau taman. Jupiter dan Saturnus cerah, sehingga dapat dilihat bahkan dari kebanyakan kota.

  • Satu jam setelah matahari terbenam, lihat ke langit barat daya. Jupiter akan terlihat seperti bintang yang terang dan mudah terlihat. Saturnus akan sedikit lebih redup dan akan muncul sedikit di atas dan di sebelah kiri Jupiter hingga 21 Desember, ketika Jupiter akan menyusulnya dan akan membalikkan posisinya di langit.

  • Kedua planet dapat dilihat dengan mata telanjang, tetapi jika kamu memiliki teropong atau teleskop kecil, kamu mungkin dapat melihat empat bulan besar Jupiter yang mengorbit planet raksasa tersebut.

Setiap malam dari tanggal 17 hingga 25 Desember nanti, kedua planet akan tampak dekat di barat daya pada satu jam setelah matahari terbenam. Sebagai gambaran, kamu bisa melihat ilustrasi grafik yang dibuat NASA berikut ini.

Ilustrasi konjungsi Jupiter dan Saturnus. Foto: NASA/JPL-Caltech