Bio Farma Bakal Luncurkan Alat Diagnostik untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

21 Januari 2023 9:50
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi pemeriksaan atau skrining kanker serviks. Foto: Chinnapong/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan atau skrining kanker serviks. Foto: Chinnapong/Shutterstock
Di awal tahun 2023, Induk Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma, bakal meluncurkan produk baru kit diagnostik berbasis qPCR untuk mendeteksi 14 tipe HPV high risk penyebab kanker serviks.
Alat ini bernama CerviScan HPV-hr qPCR. Ia merupakan alat deteksi dini kanker serviks berbasis urine.
Selama ini, untuk mendeteksi kanker serviks biasanya menggunakan metode yang disebut Pap Smear, yakni dengan cara mengambil sampel sel di serviks. Setelah itu sampel sel yang diambil akan diteliti di laboratorium agar diketahui apakah di dalam sampel terdapat sel prakanker atau sel kanker atau tidak.
Metode Pap Smear kadang membuat para perempuan enggan melakukan skrining dini kanker ke klinik, entah karena malu atau tidak nyaman. Ditambah berbagai alasan lain membuat cakupan skrining di Indonesia masih sangat rendah, hanya sekitar 5%.
Dengan adanya kit diagnostik berbasis qPCR, skrining dini kanker bisa dilakukan dengan menggunakan urine sehingga diharapkan lebih banyak perempuan yang mau melakukan skrining kanker.
Bio Farma membuat kit diagnostic DNA HPV. Dengan menggunakan alat ini, deteksi bisa menggunakan sampel urine. Jadi enggak perlu melalui metode Pap Smear. Cukup dengan urine saja sehingga membuat wanita nyaman melakukan deteksi dini kanker serviks.
- dr. Nida Amelia Hashifah dari Departemen Managemen Produk Domestik PT Bio Farma -
CerviScan HPV-hr qPCR Diagnostic Kit, alat untuk deteksi dini kanker serviks.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
CerviScan HPV-hr qPCR Diagnostic Kit, alat untuk deteksi dini kanker serviks. Foto: Dok. Istimewa
Pemeriksaan dengan HPV-hr qPCR diagnostic kit memiliki beberapa keunggulan, seperti mampu mendeteksi tipe HPV high risk, mulai dari tipe 16, 18, dan 52; kemampuan deteksi HPV high risk hingga 5 copies/reaction; dan open system alias kompatibel dengan berbagai macam mesin PCR.
Yang paling utama, adalah harga CervinScan HPV-hr qPCR lebih murah ketimbang HPV DNA lainnya yang bisa mencapai Rp 500 ribu - 1 jutaan. Sementara harga skrining menggunakan kit diagnostic besutan Bio Farma hanya Rp 135.000.
"Jadi harga yang keluar dari Bio Farma harga produk, itu setara Rp 135.000 per tes. Tapi ketika nanti pasien ke pergi ke lab klinik, terkadang harganya beda-beda. Karena ditunjang pelayanan, ada bahan habis pakainya, ada dokter pemeriksanya, biaya-biaya itu biasanya nanti diakumulasi," ujar Iman Suryaman dari Departemen Managemen Produk Domestik PT Bio Farma, dalam diskusi Bio Farma dengan media massa di Subang, Jawa Barat, Jumat (20/1).
Iman Suryaman dari Departemen Managemen Prodak Domestik PT Bio Farma. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Iman Suryaman dari Departemen Managemen Prodak Domestik PT Bio Farma. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan
Kanker serviks sendiri adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim di mana hampir 95% kanker ini disebabkan oleh virus HPV. Dari ratusan jenis virus HPV, hanya 14 jenis yang dapat menyebabkan kanker. 70% dari kejadian kanker serviks ini disebabkan oleh virus HPV tipe 16 dan 18.
Virus HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui vaginal, oral, maupun anal. Yang mengkhawatirkan, kanker serviks menduduki peringkat ke-2 kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Setiap jamnya, 2 wanita Indonesia meninggal karena kanker serviks.
Ironisnya, gejala kanker serviks umumnya baru muncul pada stadium lanjut. Semakin tinggi stadium, semakin rendah harapan hidup seseorang. Oleh karena itu, penting untuk melakukan skrining rutin agar kalau pasien terdeteksi mengidap kanker serviks, ini bisa segera ditangani dan dilakukan perawatan lebih lanjut.