Bocah 9 Tahun Nyaris Tuli karena Kutu Masuk ke Telinganya

Tentu tidak ada di antara kita yang senang dihinggapi kutu. Terlebih jika kutu itu masuk ke dalam telinga, seperti yang dialami seorang bocah asal Kanada.
Tim dokter menemukan seekor kutu di dalam telinga kanan seorang bocah yang namanya dirahasiakan ini. Saat pergi ke dokter, bocah ini mengeluhkan ada suara aneh di telinga kanannya.
Para dokter telah melaporkan kejadian ini di dalam makalah hasil studi kasus yang telah dipublikasikan di New England Journal of Medicine.
Darius Kohan, direktur otologi dari Lenox Hill Hospital, mengatakan bahwa saluran telinga adalah tempat bersarang "sempurna" bagi serangga-serangga, seperti kutu. Kohan, yang tidak terlibat dalam kasus ini, menjelaskan bahwa lokasi yang hangat, lembap, dan tersembunyi, seperti saluran telinga, sangat disukai serangga.
Ia juga mengatakan bahwa ada alasan kenapa serangga bisa masuk ke telinga. "Kami berpendapat bahwa lilin telinga (kotoran telinga) menarik serangga untuk datang. Serangga-serangga itu bisa tersangkut di lilin atau, seperti dalam kasus ini, menembus kulit atau gendang telinga," ujar Kohan, dilansir Science Alert.
Menurut laporan studi kasus, bocah itu tidak merasakan sakit atau mengalami kehilangan pendengaran. Satu-satunya hal aneh yang ia rasakan adalah suara dengung yang terus terdengar selama beberapa hari. Itulah yang membawa kita semua pada temuan mengerikan ini.
Jenis kutu yang para dokter temukan adalah kutu anjing amerika atau Dermacentor variabilis. Kutu ini banyak ditemukan di AS. Serangga ini memiliki semacam capit bernama capitulum yang bisa menembus kulit inangnya untuk menghisap darah.
Keberadaan capitulum itu membuat kutu ini sulit dikeluarkan dari telinga. Menurut penjelasan para dokter yang menangani kasus ini, usaha pertama untuk mengeluarkan si kutu dengan cara mencabutnya gagal dilakukan.
"Kami mencoba mengangkat kutu dengan bantuan mikroskop operasi, tapi kutu tidak bisa diangkat," tulis mereka dalam laporan studi kasus.
Para dokter harus berhati-hati mengangkat kutu ini. Sebab, jaringan yang berada di gendang telinga cukup halus. Kerusakan di bagian itu akan membuat si anak kesakitan dan bisa kehilangan pendengarannya.
Meski ada bahaya dari pengangkatan kutu, para dokter juga tidak bisa meninggalkan kutu ini di saluran telinga si bocah. Sebab, kutu ini juga bisa menyebabkan infeksi dan kerusakan permanen pada gendang telinga.
Akhirnya, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi ringan pada si bocah. Lewat operasi itu, kutu berhasil diangkat dari telinga si bocah.
Menurut laporan, kini kondisi kesehatan si bocah sudah baik-baik saja. Gendang telinganya tetap bekerja dengan baik dan tidak ada tanda-tanda demam atau ruam pada bocah ini.
