Bukan Hanya Jakarta, Timor Leste pun Bermasalah dengan Buaya

29 Juni 2018 15:06 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Buaya Muara (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Buaya Muara (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT
Kehebohan yang disebabkan oleh buaya muara ternyata tidak hanya terjadi di DKI Jakarta, Indonesia, tetapi juga terjadi di Timor Leste. Bahkan, dikabarkan ada 13 serangan buaya di Timor Leste setiap tahunnya sejak 2007 hingga 2014.
ADVERTISEMENT
Dalam makalah ilmiah berjudul When conservation becomes dangerous: Human‐Crocodile conflict in Timor‐Leste yang ditulis oleh Sebastian Crackhane, peneliti dari University of Freiburg, Jerman, beserta koleganya, tercatat sejak 1996 hingga 2014 telah terjadi 130 serangan buaya terhadap manusia di Timor Leste dan 52 persen di antaranya adalah serangan fatal.
Serangan buaya terhadap manusia paling banyak terjadi saat korban sedang memancing ikan, yaitu sebanyak 82,5 persen korban, sementara yang banyak lainnya saat sedang mandi (7,5 persen) dan saat sedang mengambil air (4,2 persen).
Buaya Muara di Crocosaurus Cove (Foto: Flickr/Travel NT)
zoom-in-whitePerbesar
Buaya Muara di Crocosaurus Cove (Foto: Flickr/Travel NT)
Makalah ini menduga buaya yang ada di Timor Leste merupakan buaya yang bermigrasi dari Australia, mengingat jarak kedua negara tersebut adalah 450 kilometer, masih termasuk dalam jarak yang bisa ditempuh oleh buaya muara.
ADVERTISEMENT
Penampakan buaya di lautan antara Timor Leste dan Australia Utara pun pernah beberapa kali terjadi dan hal ini mempertegas dugaan bahwa buaya tersebut datang dari Australia.
Di Australia, buaya termasuk hewan yang dilindungi dan tidak boleh diburu. Hal tersebut menyebabkan adanya peningkatan dalam populasi buaya muara. Dan karena buaya muara adalah hewan teritorial yang bertubuh besar, maka mereka membutuhkan wilayah yang luas dan tidak diganggu buaya lain.
Crackhane menuliskan, 60 hingga 70 persen buaya-buaya yang lahir di Northern Territory, Australia, akan menghilang. Hal ini mungkin karena mereka dikucilkan dari kawanannya dan terpaksa menuju lautan untuk mengasingkan diri.
Budidaya Buaya Muara di Crocosaurus Cove (Foto:  Flickr/Kiwi Frenzy On Location)
zoom-in-whitePerbesar
Budidaya Buaya Muara di Crocosaurus Cove (Foto: Flickr/Kiwi Frenzy On Location)
Sebelumnya, ahli herpetologi LIPI, Amir Hamidy juga pernah mengatakan bahwa buaya akan berenang jauh untuk mencari sarang karena sifat mereka yang teritorial. Hal tersebut membuat Amir menduga mengapa ada buaya muara yang sampai ke sungai Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Buaya kan teritorial, terutama yang jantan. Buaya juga oportunistik. Tapi yang jelas pasti mencari wilayah baru, mungkin karena tersingkir dari kawanannya. Kalau dia jantan, dia mencari tempat baru untuk mendirikan teritori (wilayah kekuasaan)-nya,” jelas Amir kepada kumparanSAINS beberapa waktu lalu.