Cara Cek Arah Kiblat saat Matahari di Atas Ka'bah Hari Ini dan Besok

15 Juli 2022 10:16
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi. Foto: Mohammed Salem/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi. Foto: Mohammed Salem/REUTERS
ADVERTISEMENT
Hari ini dan besok, Jumat (15/7) dan Sabtu (16/7), Matahari akan berada tepat di atas Ka'bah, rumah Allah atau situs paling suci dalam agama Islam yang berlokasi di tengah Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Momen ini bisa dimanfaatkan Muslim di Indonesia untuk kalibrasi ulang arah kiblat dengan benar.
ADVERTISEMENT
Matahari di atas Ka'bah terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau kecil selisihnya dengan lintang geografis Ka'bah. Fenomena ini juga disebut sebagai Kulminasi Agung atau Istiwa'ul A'zham.
Andi Pangerang, peneliti di Pusat Sains dan Antariksa di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan Matahari akan di atas Ka'bah pada 15 Juli 2022 pukul 23.01.42 waktu Arab Saudi (atau 16 Juli 2022 pukul 03.01.42 WIB). Dengan Matahari masih di bawah ufuk, maka tengah hari yang terdekat adalah 15 Juli 2022 pukul 12.26.42 waktu Arab Saudi (sekitar pukul 16.26.42 WIB, 17.26.42 WITA, atau 18.26.42 WIT).
Tanggal dan waktu ini dapat digunakan untuk mengecek kembali arah kiblat di masjid/musala/langgar/surau/tajuk di tempat Anda masing-masing.
- Andi Pangerang, peneliti di Pusat Sains dan Antariksa LAPAN-BRIN -
Ilustrasi matahari di atas Ka'bah pada 27 dan 28 Mei, serta 15 dan 16 Juli 2022. Foto: Dok. BRIN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi matahari di atas Ka'bah pada 27 dan 28 Mei, serta 15 dan 16 Juli 2022. Foto: Dok. BRIN
Untuk menentukan arah kiblat dengan benar di momen ini cukup mudah. Kamu yang beragama Islam dan Muslim di Indonesia cukup ikuti tata caranya di bawah ini dengan seksama:
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
  • Tentukan tempat yang ingin diketahui arah kiblatnya dengan cari lokasi yang rata dan terkena cahaya Matahari langsung.
  • Siapkan tongkat lurus atau benda tegak lurus tak berongga, seperti spidol papan tulis, botol plastik, botol minum atau tumbler. Jika tidak ada, kamu bisa menggunakan benang berbandul.
  • Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan. Kamu bisa merujuk pada jam.bmkg.go.id atau time.is.
  • Tancap tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus sekitar 90 derajat permukaan tanah, atau gantungkan benang berbandul.
  • Tunggu hingga waktu Matahari di atas Ka'bah tiba. Ketika waktunya tiba, amati bayangan tongkat atau benang tersebut.
  • Tandai ujung bayangan dan tarik garis lurus dengan pusat bayangan tongkat atau bandul. Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat di tempat kamu.
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi. Foto: Mohammed Salem/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram, di kota suci Makkah, Arab Saudi. Foto: Mohammed Salem/REUTERS
Sayang, ada beberapa wilayah di Indonesia yang tidak dapat merasakan fenomena ini. Mereka adalah sebagian Provinsi Maluku (mulai dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Kepulauan Kei, Kota Tual, Kabupaten Maluku Barat Daya (kecuali Pulau Wetar) dan Kabupaten Kepulauan Aru), Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua.
ADVERTISEMENT
Sembilan wilayah tersebut bisa meluruskan arah kiblat ketika Matahari berada di titik balik atau Nadir Ka'bah (Antipoda Ka'bah), yakni pada 29 November 2022 pukul 00.09 waktu Arab Saudi atau sekitar 06.09 WIT dan 14 Januari 2023 pada pukul 00.30 waktu Arab Saudi atau sekitar 06.30 WIT.
Meluruskan kiblat tidak harus dilakukan pada puncak fenomena. Jika cuaca kurang bagus, kalibrasi bisa dilakukan dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena sejak 5 menit sebelum hingga 5 menit sesudah puncak fenomena.
Jadi, meluruskan kiblat juga bisa dilakukan pada 13 sampai 17 Juli 2022 pada pukul 16.21 hingga 16.31 WIB, 17.21 hingga 17.31 WITA, atau 18.21 hingga 18.31 WIT.
"Toleransi sekaligus tingkat ketelitian pengukuran kiblat dapat mencapai 32 menit busur (0°32′) yang merupakan lebar atau diameter sudut Matahari hingga 64 menit busur (1°04′) yang merupakan batas aman maksimum," kata Andi dalam pernyataan resmi di situs web Edukasi Sains Antariksa BRIN.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020