Dampak Tidur Siang bagi Kesehatan Jantung

11 September 2019 12:04 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi tidur siang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tidur siang. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Sesibuk apa pun kamu, sebaiknya kamu tidak melewatkan waktu tidur siang di tiap pekanmu. Sebab, manfaat dari tidur siang bagi kesehatan tak bisa diremehkan. Salah satunya, beberapa studi mengungkap bahwa tidur siang bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
ADVERTISEMENT
The Asian Age melaporkan, riset sebelumnya yang menyebutkan bahwa tidur siang berdampak baik bagi kesehatan jantung, sempat menuai perdebatan di kalangan para peneliti. Sebab, beberapa penelitian itu disebut tidak mempertimbangkan frekuensi tidur siang atau lebih berfokus mencari tahu penyebab kematian akibat penyakit kardiovaskular.
Menurut peneliti, sebuah studi seharusnya perlu membandingkan orang-orang yang memang memiliki kebiasaan tidur siang dengan mereka yang sekadar rutin melakukan power nap alias tidur siang singkat.
Nah, dalam studi terbaru yang hasilnya telah diterbitkan di jurnal Heart pada 9 September 2019 ini, sekelompok peneliti ingin melihat hubungan antara frekuensi tidur siang dan durasi rata-rata tidur siang dengan risiko penyakit kardiovaskular yang fatal ataupun tidak, misalnya serangan jantung, stroke atau gagal jantung.
Ilustrasi sakit jantung Foto: Shutterstock
Penelitian tersebut melibatkan 3462 penduduk di Lausanne, Swiss yang dipilih secara acak. Responden yang dipilih berusia antara 35 hingga 75 tahun dan mulai direkrut sejak 2003 hingga 2006 untuk studi CoLaus.
ADVERTISEMENT
Pemeriksaan pertama dilakukan dalam rentang waktu antara tahun 2009 dan 2012, yakni dengan mengumpulkan data terkait pola tidur masing-masing responden seminggu sebelumnya. Peneliti kemudian turut memantau kesehatan mereka selama 5 tahun.
Pada 2014, sebanyak 58 persen atau 2.014 responden mengaku tidak tidur siang selama sepekan sebelumnya, sekitar 19 persen atau 667 responden mengatakan bahwa mereka tidur siang satu sampai dua kali dalam sepekan, sekitar 12 persen atau 370 responden mengungkapkan mereka tidur siang tiga sampai lima kali dalam seminggu, dan sekitar 11 persen atau 370 responden mengatakan mereka bisa tidur siang 6 sampai 7 kali dalam sepekan.
Tidur sebentar saat kerja. Foto: Thinkstock
Dalam riset ini ditemukan bahwa orang-orang yang tidur siang sesekali, yakni sekali hingga dua kali dalam sepekan, memiliki risiko serangan jantung dan stroke yang lebih rendah, yakni mencapai separuhnya (48 persen), dibandingkan mereka yang tidak tidur siang sama sekali. Asosiasi ini berlaku bahkan setelah peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang berpotensi berpengaruh, seperti usia dan durasi tidur di malam hari serta risiko penyakit kardiovaskular lainnya, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol.
ADVERTISEMENT
Hubungan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dengan orang yang suka tidur siang ini itu tidak berubah, bahkan setelah peneliti memperhitungkan adanya kantuk yang berlebihan di siang hari, depresi, dan jadwal tidur teratur setidaknya 6 jam semalam pada para responden. Jadi, sesekali luangkanlah waktu tiap pekan Anda untuk tidur siang.