Kumparan Logo

Dokter Sukses Cangkok Ginjal Babi ke Manusia, Buat Apa?

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Babi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Babi. Foto: Shutterstock

Cangkok ginjal babi ke manusia telah sukses dilakukan oleh tim ahli bedah di New York, AS. Operasi ini menandai eksperimen terobosan yang memungkinkan ginjal babi menjadi stok organ bagi manusia.

Operasi cangkok ginjal babi ke manusia dilakukan di rumah sakit New York University Langone Health pada September 2021 lalu.

Para ahli bedah di sana pertama kali mengumumkan hasil eksperimen ini di surat kabar USA Today pada Selasa (18/10). Hasil eksperimen ini belum mendapat peer review dari rekan sejawat ilmuwan lain maupun dipublikasi di jurnal ilmiah.

Meski demikian, para ahli bedah menganggap bahwa operasi cangkok ginjal yang mereka lakukan adalah terobosan di dunia kesehatan. Sebab, dalam 54 jam usai operasi, ginjal babi yang ditransplantasikan ke pasien dapat berfungsi dengan normal, seperti menghasilkan urin.

“Fungsinya benar-benar normal,” ujar Robert Montgomery, dokter yang memimpin tim bedah di NYU Langone Health, kepada The Associated Press.

“Ia tidak memiliki penolakan langsung yang kami khawatirkan.”

Ilustrasi babi di peternakan. Foto: AFP/Ina Fassbender

Untuk menjalankan eksperimen ini, para ahli pertama-tama meminta persetujuan keluarga pasien terlebih dahulu. Pasien tersebut, yang hanya disebut berjenis kelamin perempuan, dilaporkan mengalami mati otak dan hidup dengan bantuan ventilator.

Dalam operasi ini, ginjal babi tidak ditaruh di dalam tubuh pasien, melainkan dilekatkan pada pembuluh darah di kaki bagian atas pasien.

Meskipun tidak ditanamkan di dalam tubuh, fakta bahwa organ tersebut berfungsi di luar tubuh merupakan indikasi kuat bahwa ginjal babi akan bekerja di dalam tubuh, kata Montgomery.

“Itu lebih baik daripada yang saya pikir kami harapkan,” katanya kepada The New York Times.

Itu tampak seperti transplantasi yang pernah saya lakukan dari donor hidup. Banyak ginjal dari orang yang sudah meninggal tidak langsung berfungsi, dan membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk memulainya. Ini langsung berhasil.

- Robert Montgomery, dokter di NYU Langone Health -

Montgomery pun menyebut bahwa di masa depan, babi yang direkayasa secara genetika “berpotensi menjadi sumber organ yang berkelanjutan dan terbarukan — (seperti) ketersediaan organ matahari dan angin."

Ketersediaan organ untuk transplantasi memang menjadi kendala bagi pasien yang membutuhkan. The New York Times melaporkan bahwa 12 pasien penyakit ginjal di AS meninggal setiap hari karena belum mendapat donor untuk operasi.

Jejak upaya transplantasi organ hewan ke manusia, yang biasa dikenal sebagai xenotransplantasi, dapat ditelusuri sejak abad ke-17. Namun, hingga kini upaya tersebut masih minim membuahkan hasil.

Pada 1960-an, misalnya, para peneliti pernah mencangkokkan ginjal simpanse ke sejumlah kecil pasien manusia. Sebagian besar meninggal tak lama kemudian, dengan pasien hidup terlama sembilan bulan usai operasi.

Pada tahun 1983, para ilmuwan juga pernah mentransplantasikan jantung babon ke bayi perempuan yang dikenal sebagai Baby Faye. Dia meninggal 20 hari kemudian.

com-Ilustrasi ginjal. Foto: Shutterstock

Babi menawarkan keunggulan dibandingkan primata untuk pengadaan organ bagi manusia. Sebab, babi lebih mudah dibesarkan, mencapai pematangan lebih cepat, dan dapat mencapai ukuran manusia dewasa dalam enam bulan.

Katup jantung babi sebenarnya telah secara rutin ditransplantasikan ke manusia, dan beberapa pasien diabetes telah menerima sel pankreas babi. Kulit babi juga telah digunakan sebagai cangkok sementara untuk pasien luka bakar.

Keberhasilan para ahli bedah di New York menandai kesuksesan pertama transplantasi ginjal ke tubuh manusia.

“Ini adalah terobosan besar,” kata Dorry Segev, seorang profesor bedah transplantasi di Johns Hopkins School of Medicine yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut. "Ini urusan yang sangat, sangat besar."

Kendati berhasil, masih banyak pertanyaan yang harus dijawab tentang konsekuensi jangka panjang dari transplantasi organ ginjal babi ke manusia, serta pertanyaan etis soal kesejahteraan hewan pendonor. Prosedur ini juga diprediksi tidak akan tersedia untuk pasien dalam waktu dekat, karena ada rintangan medis dan peraturan yang harus diatasi.

* * *

Ikuti survei kumparan Tekno & Sains dan menangi e-voucher senilai total Rp 3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveiteknosains.