Eropa Keluarkan Izin Edar Vaksin Ebola Pertama di Dunia

12 November 2019 19:08 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ilmuwan di laboratorium. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ilmuwan di laboratorium. Foto: Pixabay.
ADVERTISEMENT
Vaksin Ebola pertama di dunia resmi mendapatkan lisensi edar. Komisi Eropa resmi mengeluarkan izin kepada perusahaan farmasi asal AS, Merck and Co., untuk memasarkan vaksin ini pada Senin (11/11).
ADVERTISEMENT
Vaksin Ebola ini dipasarkan dengan nama merek dagang ‘Ervebo’. Ervebo hanya diizinkan untuk orang dewasa berusia minimal 18 tahun.
Ini menjadi terobosan mutakhir bagi pencegahan Ebola, yang gejalanya ditandai dengan demam, sakit di beberapa bagian tubuh, diare, muntah, hingga pendarahan. Virus ini dapat menular melalui darah atau cairan tubuh penderita yang masuk melalui luka pada kulit atau lapisan dalam hidung, mulut, dan dubur.
Ilustrasi vaksin. Foto: Shutterstock
Dalam penelitian vaksin Ervebo selama bertahun-tahun, Merck melisensikan produk ini untuk dikembangkan bersama beberapa mitra pada 2014 lalu. Saat itu, wabah Ebola menewaskan lebih dari 11.000 orang di Afrika Barat.
Pada April 2019 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengungkap hasil pengujian klinis vaksin dengan Ervebo. Dari tes itu, tingkat keefektifan Ervebo diklaim mencapai 97,5 persen.
ADVERTISEMENT
“Lisensi pemasaran dari Uni Eropa untuk Ervebo adalah hasil dari kolaborasi yang belum pernah ada sebelumnya, maka seluruh dunia harusnya bangga. Ini tonggak sejarah dan bukti kekuatan sains,” ujar Kenneth Frazier, CEO Merck, seperti dikutip Newsy.
Ilustrasi vaksin. Foto: Shutterstock
Merck juga sudah mengirim lebih dari 250.000 dosis vaksin Ebola Ervebo untuk diuji klinis di Kongo, yang penggunaannya dalam pengawasan ketat. Wabah Ebola di negara Afrika Tengah itu memang cukup tinggi. Dari 3.000 orang yang terjangkit virus Ebola, sekitar 2.100 di antaranya meninggal dunia.