Kumparan Logo

Foto: Hutan Bakau Brasil, Benteng Perlindungan dari Perubahan Iklim

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nelayan Jose da Cruz berada di antara hutan mangrove di Cairu, Brazil. Foto: Reuters/Nacho Doce
zoom-in-whitePerbesar
Nelayan Jose da Cruz berada di antara hutan mangrove di Cairu, Brazil. Foto: Reuters/Nacho Doce

Mencairnya Antartika merupakan tanda dari pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim, naiknya air 20 hingga 30 cm serta meningkatnya suhu air membunuh kehidupan di laut.

Nelayan menunjukan biota laut yang mati yang disebabkan perubahan iklim. Foto: Reuters/Nacho Doce
zoom-in-whitePerbesar
Nelayan menunjukan biota laut yang mati yang disebabkan perubahan iklim. Foto: Reuters/Nacho Doce
Kepiting hasil tangkapan nelayan.

Nelayan seperti Jose da Cruz berburu kepiting beberapa dekade di hutan bakau Pantai Brasil, hutan itu tumbuh di antara lumpur hitam. Tangkapan kepiting Cruz saat ini menurun setengahnya dari 10 tahun lalu.

Nelayan Jose da Cruz sedang berada di dalam rumahnya. Foto: Reuters/Nacho Doce
Nelayan menuju tempat perburuan kepiting di hutan mangrove di Cairu, Brasil. Foto: Reuters/Nacho Doce
Nelayan Jose da Cruz berburu kepiting di antara hutan mangrove. Foto: Reuters/Nacho Doce
Nelayan Jose da Cruz menunjukkan kepiting hasil tangkapan. Foto: Reuters/Nacho Doce

Hutan bakau yang menutupi 13.989 kilometer di sepanjang pantai Brasil - Maryland di AS menjadi perlindungan terhadap dampak perubahan iklim. Menurut ahli biologi Reanto de Almeida, 0,40 ha ekosistem bakau dapat menyerap karbondioksida sama banyaknya dengan hutan hujan di Amazon.

Hutan mangrove di Cairu, Brazil. Foto: Reuters/Nacho Doce