Tekno & Sains
·
20 Maret 2020 8:50

Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102636)
Partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Sebuah lembaga yang menangani penyakit menular dan alergi yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Amerika Serikat, National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Integrated Research Facility (IRF), merilis hasil foto mikroskop wujud virus corona SARS-CoV-2. Foto tersebut merupakan hasil penelitian terhadap seorang pasien di Amerika Serikat yang diisolasi karena positif COVID-19.
ADVERTISEMENT
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan bahwa COVID-19 menjadi nama resmi penyakit yang disebabkan oleh virus corona terbaru yang pertama kali mewabah di Wuhan, China. COVID-19 adalah singkatan dari Corona Virus Disease 2019.
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102637)
Gambar mikroskop elektron pemindaian bertanggal menunjukkan SARS-CoV-2 (bulat emas). Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
WHO memberi rincian atas singkatan itu. CO mengacu pada corona, VI mengacu ke virus, lalu D adalah disease atau penyakit, dan 19 adalah tahun ketika wabahnya pertama kali diidentifikasi pada 31 Desember 2019.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan penamaan penyakit kali ini tidak merujuk kota Wuhan yang menjadi pusat epidemi. Nama COVID-19 juga dinilai lebih mudah diingat.
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102638)
Gambar mikroskop elektron transmisi ini menunjukkan SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Virus corona baru penyebab penyakit COVID-19 sendiri diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 atau disingkat SARS-CoV-2. Nama ini diberikan oleh sekelompok yang bertanggungjawab atas klasifikasi virus secara resmi, Coronavirus Study Group (CSG) of the International Committee on Taxonomy of Viruses. Mereka menemukan kesamaan coronavirus baru dengan pandemi sindrom pernapasan akut parah (SARS) yang terjadi antara 2002-2003.
ADVERTISEMENT
Ada satu ciri khas unik pada wujud virus corona. Keunikan itu terletak pada paku-paku yang mengelilingi permukaan luarnya. Paku-paku itu menyerupai mahkota atau crown. Oleh karenanya, para ahli menyebutnya sebagai corona yang dalam bahasa Latin berarti mahkota. Dari kata inilah nama virus corona berasal.
Berikut adalah hasil foto mikroskop SARS-CoV-2 dari NIAID IRF yang dipublikasi Reuters:
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102639)
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102640)
Mikrograf elektron scanning berwarna menunjukkan sel apoptosis (hijau) yang sangat terinfeksi partikel virus SARS-COV-2 (ungu). Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102641)
Partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102642)
Partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102643)
Partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102644)
Partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102645)
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102646)
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102647)
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102648)
Gambar mikroskop elektron pemindaian ini menunjukkan SARS-CoV-2 (biru bundar) Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102649)
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102650)
Sebuah mikrograf elektron transmisi yang tidak bertanggal dari partikel virus SARS-CoV-2 yang diambil dari pasien yang diisolasi di Amerika Serikat. Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS
Foto: Wujud Virus Corona COVID-19 yang Punya Banyak Paku Mahkota (102651)
Gambar mikroskop elektron scanning tanpa tanggal menunjukkan SARS-CoV-2 (kuning). Foto: NIAID Integrated Research Facility (IRF) via REUTERS