Kumparan Logo

Gara-gara Perubahan Iklim, Kalajengking Banjiri Sejumlah Desa di Mesir

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kalajengking. Foto: Pexels via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalajengking. Foto: Pexels via Pixabay

Ratusan hingga ribuan kalajengking dikabarkan membanjiri sejumlah desa di Mesir usai habitat aslinya dilanda badai besar. Setidaknya 500 orang di provinsi Aswan, Mesir selatan, menjadi korban sengatan kalajengking tersebut.

Mada, media yang berbasis di Mesir melaporkan, dalam beberapa hari terakhir, hujan es dan banjir besar melanda wilayah provinsi Aswan. Kondisi tersebut membuat kalajengking keluar dari liang bawah tanah, bergerak menuju pemukiman warga.

Badai juga menghancurkan bangunan, menyapu jalan, menumbangkan pohon dan memutus aliran listrik di beberapa bagian Aswan. Terjadinya badai besar di Mesir hingga menyebabkan banjir kalajengking cermin nyata dari perubahan iklim.

Akibatnya, ratusan orang tersengat kalajengking dan harus dilarikan ke rumah sakit. Bahkan, tiga orang di antaranya meninggal dunia pada 13 November 2021. Namun, Gubernur Aswan, Mayor Jenderal Ashraf Attiya, dan menteri kesehatan membantah kematian itu disebabkan oleh sengatan kalajengking.

"Orang-orang yang disengat kalajengking mengalami gejala seperti sakit parah, demam, berkeringat, muntah, diare, tremor otot dan kepala berkedut."

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Khaled Megahed, mengatakan pemerintah Aswan telah mendistribusikan 3.000 dosis serum penawar racun untuk merawat orang-orang yang dirawat di rumah sakit dan klinik setempat serta sebagai cadangan jika serangan kalajengking terjadi di masa depan.

Peneliti di Buletin Ilmu Pengetahuan Al Azhar memperkirakan ada 31 spesies kalajengking yang hidup di Mesir. Salah satunya kalajengking ekor gemuk dalam genus Androctonus, yang dianggap sebagai kalajengking paling mematikan di dunia. Ada juga kalajengking deathstalker (Leiurus quinquestriatus) yang biasanya hidup di Aswan dan menyengat puluhan orang setiap tahunnya.

Menurut jurnal Clinical Neurotoxicology, setiap tahunnya ada sekitar 5.000 orang di seluruh dunia yang tewas akibat sengatan kalajengking.