Kumparan Logo

Gelombang Panas di Korea Selatan Menewaskan 29 Orang

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemanasan global (Foto: PATRIK STOLLARZ / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemanasan global (Foto: PATRIK STOLLARZ / AFP)

Gelombang panas di Korea Selatan telah menyebabkan kematian 29 orang warga, berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan, dan Pengendalian Penyakit Korea Selatan (South Korean Ministry of Health, Welfare and Disease Control).

Badan Meteorologi Korea (Korean Meteorological Administration/KMA) mengatakan bahwa selama 15 hari terakhir suhu di Korea Selatan telah mencapai 35 derajat Celcius. Bahkan, pada Rabu (1/8) kemarin, suhu di Seoul sempat mencatat rekor terpanas sejak 111 tahun, yaitu menyentuh angka 39,6 derajat Celcius.

Untuk mencegah dampak gelombang panas lebih lanjut, Pemerintah Korea menyerukan agar pekerjaan konstruksi di siang hari harus dihentikan. Selain itu, mereka juga memberikan bantuan kesehatan, termasuk memberikan cairan dan pendingin untuk 1.000 petani berusia lanjut yang ada di Negara Ginseng tersebut.

Bencana gelombang panas dan cuaca ekstrem

Gelombang panas serang Jepang. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
zoom-in-whitePerbesar
Gelombang panas serang Jepang. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Bencana gelombang panas ini tidak hanya terjadi di Korea Selatan, tetapi di berbagai bagian dunia lain, termasuk Jepang.

Pekan lalu di Kumagaya, sebuah kota dekat Tokyo, suhu tercatat 41,1 derajat Celcius, rekor tertinggi yang pernah tercatat di Jepang, menurut Badan Meteorologi Jepang. Suhu tersebut hampir 12 derajat lebih panas daripada rata-rata panas Jepang dan juga telah menyebabkan kematian lebih dari 70 orang.

Gelombang Panas di Jepang  (Foto: REUTERS/Issei Kato)
zoom-in-whitePerbesar
Gelombang Panas di Jepang (Foto: REUTERS/Issei Kato)

Bukan hanya gelombang panas, berbagai bencana akibat cuaca ekstrem pun sedang terjadi di berbagai negara. Di China, sebanyak 190.000 orang dipindahkan dari Shanghai akibat badai tropis Ampil yang menyerang pesisir timur China.

Di Filipina ratusan ribu orang dievakuasi akibat hujan muson yang diperparah oleh badai yang menyebabkan banjir dan bahaya lainnya.

Para peneliti mengatakan bencana ini terjadi akibat pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca. Cuaca panas ekstrem sangat berbahaya, terutama bagi manula dan orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, misalnya memiliki asma dan penyakit jantung.

"Kelelahan akibat panas, dehidrasi, migrain, sulit tidur dan perubahan suasana hati bisa terjadi karena panas yang berbahaya. Data historis menunjukkan bahwa kecelakaan cenderung lebih sering terjadi karena panas yang menyebabkan penurunan konsentrasi dan kualitas tidur yang buruk dapat mempengaruhi suasana hati," kata Joel Myers, analis AccuWeather, dikutip dari CNN.