Kumparan Logo

Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Bisa Diamati di Indonesia

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemandangan gerhana matahari total terlihat dari Mazatlan, negara bagian Sinaloa, Meksiko, Senin (8 /4/2024)  Foto: RASHIDE FRIAS / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pemandangan gerhana matahari total terlihat dari Mazatlan, negara bagian Sinaloa, Meksiko, Senin (8 /4/2024) Foto: RASHIDE FRIAS / AFP

Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat mengamati fenomena tersebut secara langsung karena jalur gerhana tidak melewati wilayah Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa seluruh fase gerhana berlangsung ketika Indonesia sudah memasuki waktu malam. Puncak gerhana terjadi pada Kamis dini hari, 13 Agustus 2026, waktu Indonesia barat.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan Gerhana Matahari Total kali ini hanya dapat disaksikan dari sejumlah wilayah di belahan Bumi utara. Wilayah tersebut meliputi Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika Utara.

"Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA," kata Rahayu mengutip laman resmi BMKG.

Jadwal Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026

Menurut BMKG, rangkaian gerhana secara global dimulai dengan fase Gerhana Matahari Sebagian pada 12 Agustus 2026 pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB.

Gerhana kemudian memasuki fase total di lokasi pertama pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB. Puncak Gerhana Matahari Total berlangsung pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.

Seluruh rangkaian gerhana berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB.

Mengapa Gerhana Matahari Total Terjadi?

Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus saat fase Bulan Baru. Dalam posisi tersebut, piringan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari sudut pandang pengamat di Bumi.

Wilayah yang dilewati bayangan inti Bulan atau umbra akan mengalami Gerhana Matahari Total. Langit di lokasi tersebut akan berubah gelap selama beberapa saat meski peristiwa berlangsung pada siang hari.

Sementara itu, wilayah yang hanya dilewati bayangan samar Bulan atau penumbra akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian. Dari wilayah ini, Bulan hanya menutupi sebagian piringan Matahari.

BMKG mengingatkan masyarakat yang berada di jalur pengamatan agar tidak melihat Matahari secara langsung. Pengamatan harus menggunakan kacamata gerhana dengan filter Matahari yang memenuhi standar keselamatan untuk mencegah kerusakan mata.