Kumparan Logo

Heboh Objek Hijau Misterius Disangka UFO, Apa itu Sebenarnya?

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Objek hijau misterius diduga UFO melintasi langit Australia. Foto: Shaz Hussien/Facebook
zoom-in-whitePerbesar
Objek hijau misterius diduga UFO melintasi langit Australia. Foto: Shaz Hussien/Facebook

Benda asing misterius melesat dengan kecepatan tinggi di langit malam di pedalaman Australia barat. Objek itu mengeluarkan cahaya hijau yang sangat terang. Banyak warga yang berhasil mengabadikan momen detik-detik ia bergerak dan menerangi langit malam.

Menurut kesaksian para penambang yang bekerja di wilayah Pilbara, objek asing pertama kali terlihat sekitar pukul 01.00 pagi dini hari. Peristiwa berlangsung cukup lama, sehingga banyak orang yang berhasil mengabadikan momen langka tersebut.

Video penampakan benda asing hijau itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Muncul spekulasi di kalangan para penggila astronomi yang menyebut bahwa benda asing merupakan sebuah UFO atau pesawat luar angkasa. Ada juga yang berpendapat bahwa objek berwarna hijau adalah roket atau meteor yang masuk ke Bumi.

X post embed

Untuk mencegah kebingungan semakin parah, para ahli menegaskan bahwa cahaya hijau yang menerangi langit Australia bukan dari puing-puing pesawat luar angkasa atau roket, apalagi pesawat UFO milik alien. Melainkan bola api meteor yang memasuki atmosfer Bumi hingga menciptakan cahaya yang sangat terang.

"Kami berpikir itu bukanlah puing-puing luar angkasa, karena tidak konsisten dengan puing-puing pesawat yang terbakar di atmosfer yang pernah kita lihat sebelumnya. Tapi itu tampaknya konsisten dengan bola api," ujar Renae Sayers, dari Space, Science and Technology Centre di Curtin University, Australia, kepada 7News Melbourne.

Menurut Sayers, puing-puing pesawat yang jatuh dari luar angkasa dan memasuki atmosfer bumi biasanya mengeluarkan percikan ketika mereka terbakar di atas langit. Sedangkan fenomena kali ini lebih konsisten dengan meteor jatuh, alih-alih puing pesawat luar angkasa.

X post embed

Wilayah Pilbara terletak di negara bagian Australia Barat. Menurut Glen Nagle dari Canberra Deep Space Communication Complex, penampakan meteor jatuh juga dilaporkan di negara bagian Northern Territory dan Australia Selatan. “Itu benar-benar pengamatan yang spektakuler,” katanya kepada ABC. "Orang-orang telah menangkap sesuatu yang sangat istimewa di sini.

Menurut Nagle, warna hijau yang keluar dari bola api menunjukkan bahwa objek tersebut sebagian besar terbuat dari besi. Belum diketahui apakah meteor itu jatuh menyentuh tanah atau meledak di atas ketinggian. Belum ditemukan pula laporan penemuan serpihan meteorit di daerah Pilbara.

"Alasan mengapa ini benar-benar menarik adalah karena awal tahun ini kami menyaksikan bola api yang benar-benar memasuki atmosfer kami. Terbakar dan melintas di atas langit Australia sejauh 800 kilometer," kata Sayers.

X post embed

Meteor sendiri umumnya dikenal sebagai “bintang jatuh”. Sering terlihat di langit malam seperti garis-garis cahaya. Mereka berasal dari puing-puing asteroid atau komet yang masuk ke atmosfer Bumi dan terbakar pada kecepatan tinggi. Sebelum puing-puing ini masuk ke atmosfer, mereka dikenal sebagai meteoroid.

Sebagian besar meteor atau bola api terbakar sebelum jatuh ke tanah. Namun, jika sebuah meteor berhasil mencapai permukaan tanah, maka benda ini biasanya disebut sebagai meteorit. Ketika bola api meledak, mereka secara teknis disebut sebagai bolides.

Setiap harinya, diperkirakan ada jutaan meteor yang memasuki atmosfer Bumi. Sebagian besar ukurannya sangat kecil, berukuran sekecil butiran pasir hingga sebesar kacang polong. Benda-benda itu terbakar sebelum benar-benar mencapai tanah.