Kumparan Logo

Hujan Meteor Draconids Hiasi Langit Malam Ini, Begini Cara Lihatnya

kumparanSAINSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan.

Puncak hujan meteor Draconid akan muncul di langit Indonesia pada Kamis (8/10) malam. Menurut penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), kamu bisa melihat fenomena alam ini dengan intensitas 4-6 meteor per jam.

Hujan meteor Draconid sendiri sebenarnya telah berlangsung pada 6 Oktober 2020. Fenomena alam ini bakal berakhir pada 10 Oktober 2020 mendatang.

Berdasarkan penjelasan LAPAN, hujan meteor ini dinamai berdasarkan titik asal munculnya meteor yang berasal dari konstelasi Draco. Hujan meteor Draconid sendiri berasal dari sisa debu komet 21P/Giacobini-Zinner yang mengorbit Matahari setiap 6,6 tahun sekali.

Hujan meteor Draconid terkadang menampilkan pemandangan yang luar biasa. Pada 1933, misalnya, pengamat langit di Eropa melihat hingga 500 Draconid per menit, menurut catatan NBC. Pada 1946, ribuan pengamat di seluruh Amerika Serikat bagian Barat melihat ribuan Draconid per jam di waktu puncaknya.

Ilustrasi hujan meteor Foto: NASA/JPL

Meski demikian, tampilan hujaan meteor Draconid yang spektakuler seperti yang terjadi pada 1933 dan 1946 dimungkinkan karena Bumi lewat tepat di dalam orbit komet Giacobini-Zinner.

Adapun hujan meteor yang terjadi tahun ini tidak terjadi dalam jarak sedekat itu. Para ahli pun memprediksi kalau kita tidak bisa melihat komet dengan intensitas yang tinggi pada tahun ini.

Menurut laporan Live Science, hujan meteor Draconid paling baik dilihat segera saat malam tiba. Sebab, konstelasi Draco tempat titik asal mula meteor berada di posisi paling tinggi di langit tak lama setelah malam tiba.

LAPAN menjelaskan, hujan meteor Draconid mulai bisa disaksikan mulai dari 18.15 WIB hingga 21.30 WIB dengan intensitas antara empat (untuk Kupang) hingga enam meteor (untuk Banda Aceh) per jam, jika cuaca cerah dan bebas polusi cahaya. Ketampakan hujan meteor Draconid terbaik jika diamati dari belahan Bumi Utara. Adapun bagi pengamat di area perkotaan di Indonesia, kemungkinan hanya akan menyaksikan antara 1-2 meteor per jam saja.