Ilmuwan AS Bongkar Sarang Tawon Pembunuh: Cegah 200 Calon Ratu Bikin Koloni

Ilmuwan dan tim pejabat dari Washington, Amerika Serikat, membongkar sarang tawon pembunuh yang beberapa pekan lalu ditemukan di AS. Di dalamnya, tim menemukan beberapa hal yang cukup menyeramkan.
Dilansir ABC News, Departemen Agrikultur Washington menemukan 500 spesimen tawon pembunuh yang masih hidup. Ratusan spesimen tersebut dilaporkan berada pada berbagai tahap pertumbuhan.
Satu hal yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa 200 spesimen hidup tersebut terdiri dari calon ratu serangga. Artinya, 200 spesimen tersebut tengah bersiap membentuk koloni dan sarang baru dalam beberapa bulan ke depan.
“Sejauh yang kami bisa katakan, kita tiba di sana tepat pada waktunya,” ujar ahli entomologi, Sven-Erik Spichiger. “Kami mengetahui dari literatur bahwa sebagian kecil dari mereka akan pergi untuk membentuk koloni tahun depan, jika mereka diberikan kesempatan untuk kabur.”
Sarang tersebut juga menyimpan 190 ekor larva tawon, 112 lebah pekerja, dan 6 buah telur yang belum menetas. Terdapat juga 76 ratu baru yang masih belum bisa berkembang biak.
“Dari yang kamu miliki, kami sangat dekat untuk memperoleh mayoritas (dari ratu tawon), tetapi saya tidak dapat memberikan kepastian yang utuh bahwa kami mendapatkan setiap (ekor ratu tawon) dari sarang tersebut,” lanjut Spichiger.
Departemen Agrikultur Washington juga telah memasang ratusan perangkap untuk bisa mengontrol kehadiran hewan tersebut. Diperkirakan, serangga raksasa tersebut masih dapat aktif hingga pertengahan bulan Desember mendatang.
“Semakin banyak orang di luar sana dan mencarinya pada waktu-waktu ini, semakin banyak kesempatan yang kita miliki (untuk menangkap mereka),” tutup Spichiger.
Tawon Pembunuh juga dikenal sebagai Tawon Raksasa Asia. Serangga tersebut berukuran sekitar 5-6 centimeter dan mampu membunuh koloni serangga lain di sekitarnya.
Kehadiran tawon tersebut akan mengancam keberadaan serangga lain seperti lebah. Tawon dapat menyerang dan membunuh seluruh koloni lebah dalam hitungan jam. Lebah-lebah malang tersebut kemudian menjadi santapan bagi koloni tawon.
Selain itu, sengatan tawon pembunuh juga terkenal sangat menyakitkan. Meski begitu, sengatan tersebut tidak mematikan kecuali seseorang mengalami kejang setelah disengat puluhan tawon dalam satu waktu.
(EDR)
