Kumparan Logo

Ilmuwan Ciptakan Cula Badak Tiruan dari Ekor Kuda

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Cula Badak Foto: Shutterstock.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cula Badak Foto: Shutterstock.com

Di China, pengobatan menggunakan cula badak jamak dilakukan. Di samping berguna untuk kepentingan medis, cula badak juga dikenal mengandung afrodisiak, zat yang mampu meningkatkan gairah seksual.

Itu sebabnya perburuan liar terhadap binatang yang hampir punah ini menjadi hal yang tak terhindarkan. Untuk mengatasi persoalan ini, ditemukan cara untuk mengelabui para pemburu badak yakni dengan membuat tanduk palsu yang terbuat dari rambut kuda.

Terobosan unik ini pertama kali muncul dalam sebuah jurnal Scientific Reports yang diterbitkan pada Jumat (8/11). Pemalsuan ini bertujuan untuk membanjiri pasar cula badak yang selama ini menjadi dalang berkurangnya spesies badak di alam liar.

Riset ini sengaja dikembangkan untuk membuat oknum pemburu badak kebingungan membedakan keaslian cula badak, sehingga permintaan pasar menurun. Rencananya, cula badak palsu akan dijual dengan harga miring, sehingga mudah dimasukkan ke pasar-pasar.

Memotong cula badak untuk mencegah perburuan Foto: REUTERS/Siphiwe Sibeko

Para peneliti menciptakan cula badak tiruan dengan cara menyatukan rambut ekor kuda dan menempelkannya bersama-sama dengan bahan yang dipesan khusus untuk menyerupai komponen kolagen pada cula badak yang asli. Dari tampilan, komposisi, dan sifatnya, cula badak palsu ini sangat mirip dengan aslinya.

Ide untuk membuat cula badak tiruan ini digagas oleh Fritz Vollrath, seorang profesor dari Departemen Zoologi di Universitas Oxford, Inggris. Menurut Vollrath, membuat cula badak tiruan bukanlah hal yang sulit. Biaya yang diperlukan pun tergolong murah.

“Kami hanya perlu menyerahkannya kepada orang lain untuk mengembangkan teknologi ini lebih lanjut dengan tujuan untuk membingungkan para pelaku jual beli cula badak. Tujuan lainnya untuk menekan harga dan mendukung konservasi badak,” paparnya, seperti dikutip Phys.org.

Kelangsungan hidup badak di alam liar kini menghadapi ancaman serius akibat maraknya perburuan liar. Dengan cara menciptakan cula badak tiruan ini, para peneliti berharap mereka bisa berkontribusi untuk menyelamatkan populasi badak yang terancam punah.

kumparan post embed