Kumparan Logo

Ilmuwan Ini Rancang Euthanasia Coaster, Wahana Roller Coaster Buat Bunuh Diri

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Roller Coaster. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Roller Coaster. Foto: Shutter Stock

Euthanasia adalah hal legal di beberapa negara. Caranya pun beragam. Ada yang disuntik mati, ada juga yang menggunakan asap beracun sehingga membuat orang tak sadarkan diri lalu meninggal.

Dari sekian banyak euthanasia, ide ‘gila’ ditawarkan oleh seorang mahasiswa PhD di Royal College of Art di London, Inggris, bernama Julijonas Urbonas, yang juga merupakan mantan karyawan taman hiburan. Dia menyebutkan sebagai Euthanasia Coaster. Idenya sederhana: membuat roller coaster yang dirancang untuk membawa manusia menuju kematian di taman hiburan.

Euthanasia sendiri adalah tindakan mengakhiri hidup seseorang secara sengaja untuk menghilangkan penderitaannya. Prosedur ini sebenarnya menuai pro dan kontra di berbagai negara, tapi di negara seperti Belanda, Belgia dan Kanada praktek ini adalah legal.

Melewati lintasan coaster, pengendara mengalami serangkaian elemen gerak intensif yang menyebabkan berbagai pengalaman unik: dari euforia hingga sensasi, dan dari penglihatan gelap hingga kehilangan kesadaran, akhirnya kematian,”

- Julijonas Urbonas, mahasiswa PhD di Royal College of Art -

video youtube embed

Ide dasarnya adalah mengakhiri hidup penumpang melalui serangkaian putaran, mendorong darah menjauh dari tempat yang dibutuhkan tubuh. Penumpang diberi kesempatan untuk memastikan niatnya mengakhiri hidup sebelum wahana dimulai. Tetapi ketika roller coaster dijalankan, itu adalah akhir bagi penumpang tersebut.

Urbonas menulis, gaya sentrifugal mendorong kereta ke atas, membuat penumpang terjepit ke kursi. Begitupun dengan pantat yang tertekan ke kursi sangat keras sehingga seluruh tubuh nyaris tak bisa bergerak.

"Bernapas membutuhkan lebih banyak usaha, karena tulang rusuk dan organ internal lainnya ditarik ke bawah, yang mengosongkan udara dari paru-paru." tulis Urbanos di blog-nya.

"Tapi kemungkinan besar Anda sudah tidak sadarkan diri, karena kekuatan ini mengalirkan darah ke ekstremitas bawah tubuh sehingga menyebabkan kekurangan oksigen di otak."

Setelah tak sadarkan diri, tubuh hanya akan mengikuti pergerakan roller coaster karena otak kekurangan oksigen hingga meninggal dunia.