Kumparan Logo

Ini Bukan Fiksi, Fenomena Aneh Hujan Ikan Terjadi di Honduras Setiap Tahun

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ikan sarden. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ikan sarden. Foto: Getty Images

Di Yoro, sebuah kota kecil di Honduras utara, Amerika Tengah, ada fenomena aneh nan misterius yang bahkan terdengar seperti fiksi, itu adalah hujan ikan.

Disebut “Lluvia de Peces”, alih-alih air ratusan ikan justru terjun bebas dari langit hingga memenuhi jalan dan halaman rumah. Hujan ikan sebenarnya sudah dilaporkan di beberapa wilayah di seluruh dunia. Tapi di Yoro, fenomena ini terjadi setiap tahun antara bulan Mei dan Juni, biasanya datang setelah badai kuat menerpa wilayah tersebut.

Hal yang jadi misteri lain dari fenomena ini adalah, meski terjadi setiap tahun tapi tidak ada orang yang pernah benar-benar melihat ikan itu jatuh dari langit. Yang pasti, berdasarkan bukti foto dan video yang beredar hujan ikan bakal muncul setelah badai kuat berlalu.

Dikutip dari odditycentral, bagi masyarakat Yoro, fenomena Lluvia de Peces ini ada kaitannya dengan legenda misionaris Spanyol Pastor Jose Manuel Subriana yang mengunjungi kotanya sekitar tahun 1850-an. Kala itu, Manuel menyaksikan kemiskinan para penduduk Yoro dan ia berdoa selama tiga hari tiga malam kepada Tuhan untuk menyediakan makanan bagi mereka.

facebook embed

Suatu hari, langit menjadi gelap dan ikan mulai turun dari langit bak hujan deras, dan ini berlanjut sampai sekarang hingga akhirnya disebut sebagai Lluvia de Peces.

Ini keajaiban, kami melihatnya sebagai berkah dari Tuhan,”

- Warga Yoro kepada New York Times -

“Ini adalah rahasia yang hanya diketahui oleh Tuhan kita. Ini adalah berkat besar karena datang dari langit.”

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi selama Lluvia de Peces berlangsung? Tampaknya, tidak ada yang tahu pasti soal ini. Tapi sebagian besar penduduk setempat percaya ikan-ikan itu turun langsung dari langit, sebagai keajaiban yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad, meski tidak ada orang yang pernah melihatnya secara langsung.

Ini tak lain karena selama badai dahsyat terjadi, tidak ada orang yang berani keluar rumah sehingga tak ada yang pernah melihat Lluvia de Peces secara langsung.

video youtube embed

Kajian Ilmiah

Pada tahun 1970, para peneliti yang tergabung dalam sebuah tim, mengunjungi Yoro ketika Lluvia de Peces terjadi. Meski mereka tidak menyaksikan ikan itu jatuh dari langit, tapi mereka memastikan bahwa tanah di Yoro dipenuhi dengan ikan. Namun anehnya, ikan-ikan yang ditemukan justru bukan spesies yang biasa ditemukan di wilayah tersebut.

Penemuan ini membawa peneliti pada hipotesis bahwa ikan yang hidup di sungai atau gua bawah tanah terseret Banjir selama badai besar, sehingga memaksa ikan bawah tanah muncul ke atas. Teori ini sebenarnya masih banyak diperdebatkan karena harus dikonfirmasi.

Teori lain mengarah pada waterspouts, di mana awan seperti corong terbentuk di atas badan air, menyedot air dan ikan hingga membawanya ke daratan. Tapi ini juga tampak mustahil mengingat Yoro terletak sekitar 72 km dari Samudra Atlantik. Waterspouts memang bisa membawa ikan ke darat, tapi tidak dalam jarak yang sangat jauh.

Terlepas dari teori yang beredar, Lluvia de Peces masih menjadi misteri yang belum terpecahkan dan orang-orang Yoro lebih suka misteri ini tidak pernah terungkap. Dengan begitu mereka bisa menjaga kepercayaan bahwa hujan ikan adalah sebuah keajaiban dan berkah dari Tuhan. Selain itu, misteri ini juga telah banyak menarik perhatian turis untuk mendatangi Yoro.